Rini: Harga Avtur Pertamina Tak Bisa Turun

Harga Avtur di Indonesia dijual lebih mahal daripada negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Berdasarkan harga aeroportos.weebly.com, harga bahan bakar pesawat (jet fuel) di Changi Airport Singapura dijual USD 2,02 per galon dan Kuala Lumpur International Airport ditetapkan USD 2,07 per galon.
Sementara harga avtur di Suvarnabhumi International Airport Bangkok, Thailand juga lebih murah yakni USD 2,01 per galon. Untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, harga avtur di sini pada Januari 2019 ditetapkan USD 2,14 per galon. Satu galon avtur sendiri setara 3,78541 liter.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengakui kondisi tersebut. Menurut dia, adanya spesial harga yang diterapkan negara tetangga juga yang membuat harga avtur Indonesia lebih mahal.
“Memang kita lebih tinggi sedikit dari Singapura, tapi Singapura memang memberikan rate yang spesial,” katanya saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Rabu (16/1).

Hanya saja, Rini melanjutkan harga tersebut masih tergolong kompetitif. Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) akan mempertimbangkan harga avtur dari sisi bisnis. Artinya tidak serta merta langsung bisa menaikkan atau menurunkan harga secara langsung.
“Avtur ini kan hitungan bisnis, jadi kami mengatakan tidak bisa merombak harga, Pertamina harus mengitung secara cost-nya dulu. Tapi kalau landing fee itu sudah kita hitung, mungkin kita bisa turunkan sedikit,” lanjutnya.
Rini pun mengupayakan agar ke depan biaya kebandarudaraan bisa diturunkan sehingga beban yang ditanggung maskapai domestik bisa berkurang. “Untuk landing fee bisa (turun). Bukan (Pertamina), tapi di AP I dan II,” tuturnya.
Mengutip data aeroportos.weebly.com, berikut adalah harga avtur Indonesia dibandingkan dengan negara lain di kawasan ASEAN:
