Rini Kaji Pembentukan Holding BUMN Penerbangan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno tengah mengkaji pembuatan holding BUMN Penerbangan. Nantinya, holding BUMN penerbangan akan membawahi operator bandara dan maskapai.
"Kita analisa sekarang perusahaan membuat perusahaan holding yang membawahi AP I dan AP II dan juga seperti operasi transport yang lain seperti Garuda (Indonesia). Nanti ada holdingnya. Sekarang kan sudah ada holding tambang Inalum, nanti ada holdingnya," katanya saat ditemui di kawasan Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Jumat (5/4).
Sayangnya, Rini enggan membeberkan lebih lanjut terkait rencana pembentukan perusahaan holding penerbangan ini.
"Masih kajian, masih kajian," ucapnya.
Sebelumnya Kementerian BUMN menargetkan pada tahun ini ada enam holding perusahaan pelat merah yang akan terbentuk. Seluruh holding tersebut terdiri dari 6 sektor perusahaan yang berbeda-beda.
Adapun dua holding bakal rampung yaitu holding BUMN infrastruktur dan holding BUMN perumahan.
Sektor lain yang bakal digabung menjadi satu adalah holding BUMN asuransi, jasa keuangan atau perbankan, pelabuhan, dan industri strategis. Untuk industri strategis, merupakan holding perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan negara.
Perusahaan yang dimaksud di antaranya PT PAL dan PT Pindad. Rini belum bisa menjelaskan secara detail. Tapi dia berharap keempat holding tersebut bisa terbentuk pada Mei 2019.
Ke depannya, selain enam holding tersebut, Rini juga berambisi untuk menyatukan berbagai perusahaan pelat merah yang serupa. Hal ini perlu dilakukan agar perusahaan bisa berjalan efektif, efisien, dan berkembang lebih besar.
