Kumparan Logo

Rini Soemarno Tak Mau Buru-buru BUMN untuk IPO

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor Kementerian BUMN di Medan Merdeka Selatan. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Kementerian BUMN di Medan Merdeka Selatan. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Kementerian BUMN tengah gencar menyatukan perusahaan negara yang bidang usahanya mirip atau sejenis ke dalam satu induk usaha atau holding company. Sejak akhir tahun lalu hingga saat ini, sudah ada dua holding yang terbentuk yaitu Holding BUMN Tambang dan Holding BUMN Migas.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, dengan adanya pembentukan holding BUMN, dirinya belum mau melepas saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) perusahaan-perusahaan di bawah kementeriannya sepanjang tahun ini. Alasannya, karena sejauh ini, kondisi pasar telah menerima dengan baik pembentukan holding ini.

“Kita belum ajukan (IPO) karena masih memperkuat semua BUMN dengan struktur yang lebih baik. Ternyata penerimaan pasar cukup baik dengan kita membuat holding-holding ini. Mereka juga lihat menjadi lebih tertata dan transparan,” kata Rini ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (26/11).

Salah satu contohnya, kata dia, adalah pembentukan holding BUMN migas yang dinilainya sudah sangat transparan. Aksi korporasi PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero) Tbk dalam proses holding migas ini juga dinilai jauh lebih tertata sehingga memperkuat balancing sheet perusahaan.

Menteri BUMN Rini Soemarno di Kantor Gerbang Tol Waru Gunung, Jalan Tol Surabaya-Mojokerto saat acara Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa. (Foto: Moh Fajri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Rini Soemarno di Kantor Gerbang Tol Waru Gunung, Jalan Tol Surabaya-Mojokerto saat acara Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa. (Foto: Moh Fajri/kumparan)

“Juga Pertamina sudah ada holding migas di mana PGN jadi bagian dari Pertamina. Itu pun memperkuat balancing Pertamina dan pasar kelihatan sangat positif. Jadi kami juga mendorong holding-holding ini betul-betul bisa terbentuk, harapannya menjadi lebih baik bagi BUMN secara menyeluruh dan pemegang saham yaitu Indonesia tapi yang paling pertama pemegang sahamnya adalah rakyat Indonesia," lanjut Rini.

Di akhir 2018 ini, ada 2 holding yang ditargetkan rampung Kementerian BUMN yaitu Holding BUMN Infrastruktur dan Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan.

Holding BUMN Infrastruktur akan terdiri dari enam perusahaan dengan PT Hutama Karya (Persero) sebagai induk holding, didukung anggota holding yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero), dan PT Indra Karya (Persero).

Sementara Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan berisikan tujuh perusahaan dengan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) sebagai induk holding. Selain dua holding yang baru, tahun depan, Rini juga akan merampung pembentukan holding BUMN Perbankan.