Kumparan Logo

Risma Ubah Bansos Sembako di Jabodetabek Jadi Tunai, Daftar Penerima Dievaluasi

kumparanBISNISverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensos Tri Rismaharini. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mensos Tri Rismaharini. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Pemerintah memastikan akan mengubah skema penyaluran bantuan sosial (bansos) berbentuk sembako menjadi tunai untuk wilayah Jabodetabek. Penyaluran bansos tunai ini akan dimulai pada awal Januari 2021.

“Ada perubahan dari yang bansos sembako di Jabodetabek, akan diberikan dalam bentuk tunai. Jadi nanti akan sama seperti di luar Jabodetabek,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Hartono Laras dalam webinar FMB9, Selasa (29/12).

Dia melanjutkan, saat ini Menteri Sosial Tri Rismaharini juga tengah melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain, termasuk pemda, untuk penyaluran bansos tunai tersebut.

“Bu Risma juga sudah lakukan koordinasi, kita sudah lakukan persiapan untuk melakukan modifikasi dari yang bansos sembako ke dalam bansos tunai. Kita siap salurkan bansos tunai itu di awal Januari 2021 ini,” jelasnya.

Hartono melanjutkan, saat ini Kemensos juga melakukan update data untuk memastikan penerima bansos tersebut tepat sasaran. Pihaknya pun bekerja sama dengan pemda untuk memutakhirkan data penerima.

“Karena memang data ini kan usulan dari daerah, secara bertahap kita lakukan perbaikan datanya sampai dengan tahapan terakhir. Kita terus kontrol agar data terkait penerima bansos itu jadi match dengan data yang ada di Dukcapil, terutama kependudukan,” jelasnya.

Warga RW 10 Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur menerima bansos sembako. Foto: Dok. Kemensos

Sebelumnya, Menko PMK Muhadjir Effendy juga memastikan bahwa bansos sembako akan diubah menjadi bansos tunai. Bantuan rencananya akan disalurkan lewat PT Pos dan bank-bank yang tergabung dalam Himbara.

"Untuk wilayah Jabodetabek yang menggunakan skema sembako akan diubah menjadi bantuan langsung tunai yang akan diantar dari tenaga PT Pos ke rumah. Jadi tidak perlu datang ke Kantor Pos," kata Muhadjir saat konferensi pers di Istana Kepresidenan hari ini.

Sebanyak 1,8 juta keluarga di Jabodetabek yang terdampak COVID-19 mendapatkan bantuan sosial sembako senilai Rp 600 ribu selama tiga bulan, sejak April hingga Juni yang didistribusikan dua kali setiap bulan. Kemudian bansos sembako berlanjut hingga Desember 2020 dengan nilai bantuan menjadi Rp 300 ribu setiap bulan.

Untuk bansos di luar Jabodetabek, katanya, yakni bansos reguler dan jaring pengaman sosial COVID-19 tetap dilakukan seperti biasanya. Untuk kartu sembako atau bantuan pangan nontunai (BPNT) jumlahnya mencapai 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Selanjutnya untuk program keluarga harapan (PKH), yakni 10 juta KPM. Sedangkan bansos tunai khusus penanganan COVID-19, Kemensos akan menyalurkan untuk 10 juta KPM.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan menambah bantuan yang bersumber dari dana desa atau BLT Desa sekitar 7,8 juta KPM.

***

Saksikan video menarik di bawah ini.