Kumparan Logo

Ritel Tertua di Singapura, Robinsons, Gulung Tikar

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Robinsons Department Store. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Robinsons Department Store. Foto: Shutterstock

Setelah lebih dari 160 tahun beroperasi di Singapura, ritel Robinsons bakal menutup dua department store terakhirnya di The Heeren dan Raffles City Shopping Centre. Dilansir dari Business Times Singapore, Sabtu (31/10), Robinson & Co telah mengonfirmasi soal penutupan operasional dalam sebuah pernyataan resmi.

Manajer Robinsons Singapore, Danny Lim, mengatakan penutupan ini dilakukan karena adanya perubahan pola pembelian ritel dan lemahnya permintaan pembelian yang diperparah oleh pandemi virus corona (COVID-19).

“Kami menyesali keputusan ini. Terlepas dari tantangan di industri, tim Robinsons terus berupaya mengejar kesuksesan. Namun, lanskap konsumen yang berubah membuat kami sulit untuk berhasil. Di sisi lain pandemi COVID-19 semakin memperburuk keadaan kami,” ujarnya seperti dikutip dari Business Times, Sabtu (31/10).

Meski dirasa berat namun Lim menyatakan bahwa bagi Robinsons, bisa melayani pasar Singapura selama lebih dari 160 tahun merupakan suatu kehormatan. Pihak manajemen juga berterima kasih atas dedikasi tim, dan dukungan yang ditunjukkan oleh pelanggan selama bertahun-tahun.

Ilustrasi Robinsons Department Store. Foto: Shutterstock

Robinsons yang dimiliki oleh Al-Futtaim Group, mengatakan sudah memulai proses likuidasi untuk dua toko, serta karyawan juga sudah diberitahu tentang situasi perusahaan. Perusahaan juga memastikan bahwa karyawan akan dibayar sesuai peraturan yang berlaku.

Penutupan gerai ini mengakhiri perjuangan Robinsons dalam enam tahun terakhir yang selalu menanggung kerugian karena pendapatan yang terus menurun.

Catatan keuangan menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kerugian setelah pajak dari operasi yang dilanjutkan sebesar 26,5 juta dolar Singapura pada tahun 2014. Angka ini semakin merosot hingga tahun 2018, ketika perusahaan mencatat kerugian sebesar 54,4 juta dolar Singapura. Namun pada tahun 2015, kerugian Robinsons sempat berkurang menjadi 17,4 juta dolar Singapura.

Sementara itu, pendapatan Robinsons juga terus menyusut. Perusahaan menghasilkan pendapatan 153,8 juta dolar Singapura pada tahun 2018, turun dari 257,3 juta dolar Singapura yang dibukukan pada tahun 2014.

kumparan post embed

Di tengah pandemi virus korona, Robinsons telah menunjukkan tanda-tanda keterpurukan lebih lanjut dengan penutupan gerai seluas 85.000 kaki persegi di pusat perbelanjaan Jem pada bulan Mei lalu. Selain di Singapura, Robinsons juga telah mengkonfirmasi akan menutup toko-toko mereka di Malaysia, yang terletak di Shoppes Four Seasons Place dan The Gardens Mall.

Robinsons didirikan pada tahun 1858 di Singapura oleh Philip Robinson dan James Gaborian Spicer. Perusahaan yang mengoperasikan toko tersebut awalnya dikenal sebagai Spicer and Robinson, namun kemudian berganti nama menjadi Robinsons and Company pada Oktober 1859. Ritel ini membuka toko Raffles City pada tahun 2001 dan toko di The Heeren and Jem pada tahun 2013.