Kumparan Logo

Rizal Ramli Sebut Ekonomi RI Sudah Buruk Sebelum Diserang Virus Corona

kumparanBISNISverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rizal Ramli di Gedung KPK, Jumat (19/7). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rizal Ramli di Gedung KPK, Jumat (19/7). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Ekonom senior Rizal Ramli lagi-lagi melayangkan kritik kepada pemerintah. Gagal berdebat secara langsung dengan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Rizal justru melontarkan kritik dalam diskusi terbuka.

Salah satu yang disoroti kali ini ialah soal momentum merebaknya pandemi COVID-19 jadi alasan pemerintah untuk memaklumi kemerosotan perekonomian. Mantan Menko Maritim itu keberatan bila hal itu dijadikan alasan.

"Pada dasarnya pemerintah hari ini menyalahkan data negatif perekonomian itu hanya karena corona. Itu tidak benar, itu penyesatan, jadi mereka mumpung ada corona semua disalahkan karena corona," ujar Rizal dalam diskusi virtual, Senin (29/6).

Padahal menurut Rizal, jauh sebelum virus corona merebak pun ekonomi Indonesia juga dalam kondisi yang bisa dibilang tidak baik. Ia lebih menerima jika penyebab negatifnya ekonomi Indonesia adalah tata kelola pemerintahan yang tidak bagus.

"Satu setengah tahun sebelum corona, berbagai indikator itu sudah negatif karena memang terjadi mismanajemen. Terjadi salah kelola sama sekali tidak prudent dan mengikuti asas good governance," sambungnya.

Kondisi itu ditutupi oleh pemerintah dengan menambah utang luar negeri. Hal itulah yang kemudian membuat kemerosotan ekonomi tidak begitu dirasakan oleh publik.

Sayangnya, lanjut Rizal, stabilitas yang diciptakan oleh penambahan cash flow melalui skema utang itu tidak mampu bertahan lama.

"Rupiah kelihatan stabil karena dua hal, satu karena Amerika lagi nyetak uang besar, stimulus terakhir USD 2 triliun sehingga mata uang dolar terhadap mata uang lain anjlok. Kedua, stabilitas semu itu ditopang dengan doping pinjaman, makin lama pinjaman makin besar," pungkasnya.