Kumparan Logo

Roatex Gelontorkan Investasi USD 300 Juta Dolar untuk Bangun MLFF di Indonesia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Uji coba bayar tol tanpa berhenti tahun 2017. Foto: dok. Edoward JC via Facebook
zoom-in-whitePerbesar
Uji coba bayar tol tanpa berhenti tahun 2017. Foto: dok. Edoward JC via Facebook

Perusahaan asal Hungaria, Roatex Ltd. Zrt, melalui anak usahanya di Indonesia, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), memastikan bahwa penerapan sistem bayar tol tanpa henti Multi Lane Free Flow (MLFF) tetap dilakukan tanpa memberatkan anggaran pemerintah Indonesia.

Direktur Utama PT RITS, Attila Keszeg, mengatakan pihaknya menggelontorkan investasi USD 300 juta untuk membangun proyek MLFF di Indonesia.

"Kita mengeluarkan biaya untuk proyek ini USD 300 juta, tidak ada yang pakai anggaran pemerintah, semuanya Foreign Direct Investment (FDI)," kata Attila saat ditemui di Kantor RITS, Jakarta, Rabu (5/7).

Dari jumlah itu, lebih dari 30 persen sudah direalisasikan sebagai pengembangan software, pengembangan data storage, pemasangan gantry MLFF di dua titik lokasi, pembangunan ruang kontrol, hingga untuk operasional perusahaan.

"Pemerintah mengundang kami ke sini dan memberi tahu agar kami investasi, kami bangun sistem, kalau kita perform sesuai dengan standar dan ekspektasi, kita akan mendapat pengembalian bulanan selama 9 tahun. Seperti fee rental. Sangat baik bagi Indonesia, sebuah langkah yang pintar dari pemerintah," tegas dia.

Direktur Utama PT RITS, Attila Keszeg. Foto: Akbar Maulana/kumparan

Lebih lanjut Attila memastikan kesiapan ruang kontrol MLFF. Dia mengatakan Control Center merupakan bagian penting dalam MLFF ini.

“Di Control Center ini kami akan menunjukkan bagaimana sistem MLFF bekerja dan bagaimana setiap kendaraan yang masuk dan keluar melewati ruas toll dapat dimonitor sehingga memastikan terjadinya pembayaran tol secara akurat,“ ujar Attila.

Menurut Attila hal ini dimungkinkan karena MLFF mengadopsi teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) yang memungkinkan transaksi melalui aplikasi smartphone dan terdeteksi via satelit.

Keakuratan sistem MLFF ini juga didukung penggunaan sejumlah kamera di ruas-ruas tol dan Mobile Control Unit (MCU) atau unit kontrol bergerak yang tersebar secara random yang terhubung ke Control Center. Saat ini akurasinya mencapai 95 persen dan pihaknya akan terus menyempurnakannya.

"Keberadaan kamera dan MCU yang terkoneksi ke Control Center sangat mendukung kinerja sistem MLFF hingga 100 persen, sehingga dapat memastikan setiap mobil yang melewati ruas tol dapat terpantau langsung," ujar Attila.

instagram embed