Kumparan Logo

Rosan Kenalkan DSI ke Investor AS hingga Inggris, Klaim Dapat Respons Positif

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani berbicara dalam acara Forbes CEO Global Conference di Jakarta, Selasa (14/10/2025). Foto: Forbes CEO Global/HO Antara
zoom-in-whitePerbesar
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani berbicara dalam acara Forbes CEO Global Conference di Jakarta, Selasa (14/10/2025). Foto: Forbes CEO Global/HO Antara

Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai dikenalkan ke investor dari sejumlah negara.

DSI adalah BUMN yang ditunjuk menjadi eksportir tunggal untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis Indonesia yakni batu bara, sawit, dan paduan besi. DSI dibentuk untuk mencegah praktik kecurangan perdagangan seperti manipulasi harga (transfer pricing dan under-invoicing) untuk mengamankan dan mengoptimalkan penerimaan negara.

Rosan menilai sejauh ini respons yang diterima dari para investor cukup positif. Mereka pada akhirnya memahami tujuan dan peran lembaga tersebut.

Rosan menjelaskan, pembahasan mengenai DSI muncul dalam berbagai pertemuan Danantara dengan investor di sejumlah pusat keuangan dunia seperti Singapura, Hong Kong, London (Inggris), Boston (AS), Washington DC (AS), New York (AS), hingga Jepang.

“Mereka (investor) pertanyaannya itu pasti ada ya. Kami sampaikan DSI seperti apa. Setelah kami sampaikan, mereka mengerti, karena biasa kalau begitu pertama kali keluar mereka mungkin belum mengetahui ini bentuknya dan dampaknya seperti apa, outcome-nya. Setelah kami sampaikan mereka (investor) mengerti dan memahami 'oh tujuannya seperti itu’,” jelas Rosan di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Senin (15/6).

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Wisma Danantara Indonesia di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin (30/6/2025). Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

Menurut Rosan, kekhawatiran investor semula bukan hanya struktur kelembagaan baru, melainkan bagaimana praktik bisnis tetap berjalan serta siapa saja pihak yang akan menjalankan lembaga tersebut. Namun setelah memberi penjelasan, kata Rosan, kepercayaan investor global terhadap Indonesia masih terjaga.

Ia menilai respons yang diterima Danantara selama roadshow bahkan melampaui ekspektasi. Selain memaparkan peluang investasi dan pengelolaan dana, pemerintah juga menjelaskan prospek ekonomi Indonesia kepada para investor internasional.

Rosan menyebut berbagai pihak memberikan tanggapan positif terhadap presentasi yang disampaikan. Menurut dia, sejumlah media internasional dan pelaku pasar global juga menyoroti hasil roadshow tersebut sebagai capaian yang berada di luar perkiraan banyak pihak.

Kantor baru Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Foto: Instagram/ @presidenrepublikindonesia

Mengenai respons dari Singapura soal DSI yang sempat menjadi sorotan, Rosan menilai investor pada dasarnya berfokus pada tiga aspek utama.

“Kalau mereka itu melihat yang penting itu dua hal: pertama adalah program yang dijalankan, kedua implementasi, ketiga orangnya,” kata Rosan.

Rosan menambahkan, salah satu faktor yang mendapat apresiasi dari investor adalah komposisi pengelola Danantara yang dinilai profesional serta mengedepankan tata kelola yang baik.

“Di Danantara mereka melihat bahwa kita orang-orangnya memang orang-orang yang profesional, yang men-deliver apa yang selama ini kita sampaikan dan kita yang benar-benar menjalankan secara profesional, secara terbuka, governance baik," tutur Rosan.