Rosan: Target Investasi RI Capai Rp 2.322 Triliun pada 2027

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan target investasi dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 2.322 Triliun.
Target tersebut ditetapkan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, naik cukup signifikan dari target investasi tahun ini sebesar Rp 2.041 triliun, namun meningkat 43 persen jika dibandingkan 10 tahun lalu.
"Target investasi yang ditargetkan kepada kami oleh Pak Rachmat Pambudi sebagai Kepala Bappenas itu ditargetkan di 2027 adalah Rp 2.322 triliun, naik dari target tahun ini sebesar Rp 2.041 triliun," ungkap Rosan saat Konferensi Pers Nota Keuangan RAPBN 2027, dikutip Sabtu (15/8).
Rosan mengatakan, angka tersebut bagian dari target investasi sebesar Rp 13.032 triliun dalam 5 tahun ke depan, yakni dari 2025 sampai 2029. Target tersebut meningkat kurang lebih 43 persen dibandingkan dengan 10 tahun terakhir.
Kendati tidak merincikan porsi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA), Rosan ingin menekankan terkait pentingnya investasi di sektor hilirisasi.
"Hilirisasi ini ternyata dari tahun ke tahun memainkan peranan yang sangat penting, karena kurang lebih hampir 30 persen, atau tepatnya 29,7 persen investasi yang masuk itu berasal dari sektor hilirisasi yang jumlahnya mencapai Rp 300,1 triliun dan itu tumbuh 6,9 persen," tutur Rosan.
Meskipun didominasi oleh hilirisasi mineral yakni sekitar Rp 206,5 triliun, pemerintah tetap mendorong hilirisasi di subsektor industri lain seperti perkebunan, kehutanan, hingga minyak dan gas bumi.
"Dari segi penyerapan tenaga kerja, memang kalau investasi hilirisasi di bidang kehutanan, di perkebunan itu penyerapan tenaga kerjanya lebih besar walaupun dari segi nominalnya di bawah angka dari investasi di bidang mineral," jelas Rosan.
Adapun realisasi investasi nasional pada semester I 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dan menyerap 1,4 juta tenaga kerja langsung atau naik 15 persen.
"Angka-angka pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir, tapi bagaimana kita bisa menciptakan kesejahteraan rakyat. Setiap rupiah investasi harus menciptakan lapangan pekerjaan yang baik, yang berkualitas, sekaligus juga memperbaiki kualitas hidup dari masyarakat kita," jelas Rosan.
Pertumbuhan investasi di kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen, menyumbang kurang lebih 39 persen dari total pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026, di atas kisaran normal yakni 28 atau 29 persen.
