Kumparan Logo

Ruangguru Dikritik, Pemerintah Buka Pendaftaran Mitra Kartu Prakerja

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru bicara Jokowi - Ma'ruf Amin, Ace Hasa Syadzily menunjukan Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Sembako Murah. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Juru bicara Jokowi - Ma'ruf Amin, Ace Hasa Syadzily menunjukan Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Sembako Murah. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

Kartu Prakerja menjadi salah satu senjata andalan pemerintah dalam mengatasi dampak virus corona khususnya dari untuk membantu para pekerja yang kena PHK atau memang masih belum mendapatkan pekerjaan.

Namun, dalam praktiknya Kartu Prakerja terus dihujani kritikan dari masyarakat. Pelatihan online di saat seperti ini dirasa kurang tepat. Apalagi, tidak banyak perusahaan yang membuka lowongan kerja dalam kondisi sulit ini.

Selain itu, alasan pemerintah menggandeng delapan platform yang menjadi mitra Kartu Prakerja juga banyak dipertanyakan masyarakat.

Lalu, apakah pemerintah diam saja melihat keadaan tersebut?

Buka Pendaftaran Mitra Baru Kartu Prakerja

Kedelapan platform yang saat ini menjadi mitra di Kartu Prakerja adalah Tokopedia, Ruangguru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Kemnaker.go.id.

Ruangguru menjadi platform yang paling banyak menuai sorotan. Penyebabnya, platform itu dikelola Adamas Belva Syah Devara, Staf Khusus Presiden Jokowi. Polemik itu akhirnya membuat Belva yang menjabat sebagai CEO Ruangguru mundur dari jabatan staf khusus pada Selasa (21/4).

Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian, Yulius, memastikan platform yang terlibat sebagai mitra Kartu Prakerja tidak langsung ditunjuk pemerintah. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi platform untuk bergabung dalam program pemerintah tersebut.

"Apa langsung dapat masuk platform? Tidak. Ada melihat lagi, screening, oh ternyata ini benar sesuai atau tidak. Dan saat ini, memang sesuai arahan, dicoba dulu dalam beberapa bulan ini delapan platform tersebut," ujar Yulius dalam video conference, Kamis (23/4).

Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Dia melanjutkan, mulai saat ini pemerintah membuka pendaftaran bagi platform lainnya untuk bergabung sebagai mitra Kartu Prakerja. Menurutnya, semakin banyak platform akan semakin banyak pelatihan bagi para peserta.

Yulius menjelaskan, kriteria platform untuk bisa menjadi mitra Kartu Prakerja adalah cakupannya yang luas secara nasional. Artinya, platform ini harus bisa diakses se-Indonesia.

Tak hanya itu, platform digital juga harus memiliki sistem Informasi Teknologi (IT) yang memadai. Artinya tidak, abal-abal atau sulit diakses.

Kemudian yang paling penting, platform tersebut wajib memiliki portal sendiri dan memiliki kerja sama pelatihan kompetensi kerja.

Jika semua kriteria tersebut sudah dimiliki platform digital, tetap tidak bisa langsung bermitra dengan pemerintah untuk program pelatihan Kartu Prakerja. Sebab, masih harus melewati proses verifikasi dari Project Management Office (PMO).

4 Platform Siap Jadi Mitra Baru Kartu Prakerja

Pemerintah menyebut ada empat platform digital lagi yang siap bergabung menjadi mitra Kartu Prakerja dalam waktu dekat ini. Sehingga nantinya akan ada 12 platform mitra Kartu Prakerja.

“Empat tambahan, sudah ada perusahaan hubungi kami untuk tawarkan ingin ikut berpartisipasi sebagai mitra platform digital," ujar Direktur Komunikasi Program Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky dalam video conference, Kamis (23/4).

Panji menjelaskan, nantinya pihak Project Management Office (PMO) akan melakukan evaluasi pada platform tersebut. Jika keempat platform itu memenuhi berbagai kriteria, baru lah pemerintah menambahnya menjadi mitra Kartu Prakerja.

Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Meski demikian, Panji masih enggan menyebutkan keempat platform digital tersebut yang akan menjadi mitra Kartu Prakerja.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah juga fokus untuk memberikan layanan terbaik bagi para peserta yang lolos di gelombang pertama. Sambil menunggu proses pengumuman peserta yang lolos di gelombang kedua.

Pemerintah mengklaim, hingga saat ini sebanyak 168.111 peserta sudah sudah menerima transfer dana sebesar masing-masing Rp 3,55 juta. Ada pun total dana yang dicairkan melalui virtual account peserta tersebut senilai Rp 596,7 miliar.

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona