Rumah Kosong Tapi Tagihan Listrik Malah Naik, Mungkin Ini Penyebabnya

PLN angkat bicara mengenai kabar lonjakan tagihan listrik saat pandemi yang juga terjadi di rumah kosong. Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan, salah satu penyebab yang paling umum adalah karena perubahan proses penagihan listrik selama masa pandemi COVID-19.
Untuk mencegah penyebaran virus corona, PLN tidak mengirimkan petugas pencatat meteran pada bulan Maret-April. Tagihan listrik untuk pemakaian Maret-April dibuat berdasarkan pemakaian rata-rata pada 3 bulan sebelumnya.
Hal ini berdampak pada rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya pada sekitar bulan Januari-Februari. Sebab, PLN akan menagih berdasarkan pemakaian pada Desember 2019-Februari 2020. Padahal rumah tersebut dalam keadaan kosong pada Maret-April.
“Kalau rumah kosong memang, kan tadi kita pakai tiga bulan rata-rata dari Desember sampai Februari. Mungkin rumah kosong mulai Januari atau Februari, artinya kan dia masih pakai dan ini jadi acuan, karena PSBB itu ada selisih,” kata Bob saat Live Update Corona di kumparan, Jumat (19/6).
Bob mengungkapkan ada juga rumah kosong yang pagarnya terkunci. Hal itu juga menjadi kendala bagi petugas PLN yang ingin mencatat pemakaian listrik. Petugas yang mencatat tagihan tidak bisa data riil pemakaian listrik.
“Ada juga rumah kosong tapi terkunci, itu kami kadang enggak bisa masuk ke dalam. Kita tulis di sana rumah enggak bisa dimasukin, kami harapan berikan info sekian. Sama juga ada anjing, kita enggak bisa masuk ke dalam,” ujar Bob.
Selain itu, rumah yang kosong tetap membayar kewajibannya karena PLN menerapkan konsumsi energi minimal 40 jam dalam sebulan kepada pelanggan.
