Kumparan Logo

Rumah Subsidi Laris Manis, BTN Minta Tambahan Kuota Penyaluran 70 Ribu Unit

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pembangunan rumah subsidi di Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11). Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pembangunan rumah subsidi di Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11). Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria

PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) atau BTN meminta kuota Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi tahun ini ditambah hingga 70 ribu unit. Sebab hingga akhir bulan ini diperkirakan jatah yang diberikan pemerintah akan habis.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, kuota KPR subsidi untuk BTN tahun ini hanya 86 ribu unit melalui dua program, yaitu Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Namun, realisasi per Mei 2021 saja sudah mencapai 53 ribu unit atau sekitar 63 persen.

"Karena itu kami juga mengusulkan apabila diperkenankan ada tambahan kuota di paruh kedua 2021 kurang lebih 60-70 ribu unit," katanya dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Kamis (17/6).

Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo. Foto: BTN

Adanya pandemi memang membuat pemerintah menurunkan kuota KPR subsidi. Tahun lalu, jatah yang diberikan sebanyak 177 ribu unit. Namun, realisasinya hanya 69 persen atau 122 ribu unit hingga akhir 2020. Padahal, sebelum ada pandemi, penyaluran KPR subsidi rata-rata 200 ribu unit per tahun.

Sejak pertama kali program KPR diluncurkan pada 1976, BTN tercatat sudah menyalurkan 4,7 juta unit rumah hingga saat ini.