Rupiah Anjlok, Bisnis Impor Laptop & Printer Metrodata Electronics Masih Aman
·waktu baca 2 menit

Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat pengimpor ketar-ketir. Sebab, pembelian produk mereka mengikuti pergerakan kurs.
Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah saat ini menembus Rp 14.991,500 per dolar AS. Meski nilai tukar rupiah nyaris menyentuh Rp 15.000 lagi, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) yang mengimpor barang-barang elektronik terpantau aman.
Direktur MTDL Randy Kartadinata mengaku kinerja perusahaan tidak terlalu terdampak dengan depresiasi rupiah.
“Produk IT dijual Metrodata sebagian besar perwakilan merek berada di Indonesia. Harga beli kami ke mereka sudah mata uang rupiah,” ujar Randy kepada kumparan, Rabu (13/7).
Randy menyebut produk berupa laptop, notebook, dan printer dirakit di luar negeri, sehingga dibeli oleh Metrodata ketika produk masuk ke Indonesia. Meski begitu, perusahaan tetap impor produk elektronik langsung dengan mata uang dolar sebesar 15 persen.
Randy menganggap porsi tersebut kecil, sehingga tidak berdampak signifikan kepada perusahaan. “Mungkin harga notebook sedikit naik tapi tidak tinggi, ada potensi produsen ikut campur. Stok barang sudah mulai lancar, malah ada sebagian harga produk turun,” katanya.
Randy menjelaskan porsi 15 persen impor produk berupa perangkat lunak dari Singapura dan Amerika. Target pendapatan tahun 2022 diproyeksikan mencapai Rp 21 triliun.
Perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 241 miliar. Realisasi capex hingga saat ini sekitar 45 persen.
Adapun sebelumnya, PT Metrodata Electronics berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 508,9 miliar di tahun 2021. Sepanjang kuartal I 2022, MTDL membukukan laba bersih sebesar Rp 164,5 miliar atau naik 35,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.
