Rupiah Masih Melemah, IHSG Diprediksi di Zona Merah

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,85 persen di level 5.967,58 pada perdagangan Senin (3/9). IHSG diprediksikan masih akan melanjutkan pelemahan hari ini.
Menurut Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper, pelemahan tersebut disebabkan oleh nilai tukar rupiah yang kembali melemah. IHSG diprediksikan akan bergerak di level support 5.910 dan resistance 6.054 sepanjang perdagangan saham hari ini.
“IHSG diprediksi melemah. Pelemahan nilai tukar rupiah masih berlanjut. Selain itu, kenaikan Indonesia 10 Year Bonds yield ke level 8,2 persen juga menjadi sentimen negatif bagi pasar saham,” tulis Dennies dalam risetnya, Selasa (4/9).
Bahkan menurut Dennies, data inflasi bulan Agustus yang cukup stabil dinilai tidak mampu menopang pelemahan IHSG hari ini.

Vice President Research Departement Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, IHSG masih memiliki peluang bergerak di zona hijau. Menurutnya, pergerakan IHSG masih terlihat berusaha untuk melepaskan diri dari rentang konsolidasi untuk kembali melanjutkan pola uptrend jangka pendeknya.
“Peluang kenaikan masih terlihat cukup besar di tengah tekanan dari nilai tukar dalam beberapa waktu belakangan ini yang cukup memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi menguat,” ujarnya.
Berikut beberapa menu saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telekomunikasi Indonesia Persero (TLKM), PT HM Sampoerna (HMSP), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Pembangunan Timur Tbk (BJTM).
