Kumparan Logo

Rupiah Melemah 1,17 Persen, Tertekan Sentimen Menkeu Diganti

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang petugas menunjukan pecahan Dolar AS dan Rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang asing di Kwitang, Jakarta, Senin (9/12/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Seorang petugas menunjukan pecahan Dolar AS dan Rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang asing di Kwitang, Jakarta, Senin (9/12/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Nilai tukar rupiah pada hari ini terpantau turun terhadap dolar AS, di tengah reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo. Kemarin, Prabowo mengganti Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

Prabowo mengangkat Purbaya Yudhi Sadewa sebagai penggantinya. Purbaya sebelumnya merupakan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS.

Mengutip Bloomberg pada hari ini, Selasa (9/9), rupiah terpantau turun 191 poin atau anjlok 1,17 persen ke level Rp 16.500 per dolar Amerika Serikat.

Sebelumnya Analis pasar modal dari Panin Sekuritas, Felix Darmawan, menyebutkan kabar reshuffle ini menjadi sentimen besar lantaran Sri Mulyani sudah lama dianggap sebagai simbol kredibilitas fiskal Indonesia di mata investor global.

“Investor khawatir, apakah disiplin fiskal dan transparansi yang selama ini jadi pegangan masih akan terjaga,” kata Felix.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Namun Felix menilai dengan rekam jejak Purbaya di sektor keuangan dan apabila kebijakan fiskalnya konsisten dan disiplin serta koordinasi kebijakan moneter dengan Bank Indonesia (BI) berjalan baik, maka pasar akan cepat beradaptasi.

“Jadi jangka pendek memang ada shock dan aksi jual dulu, tapi jangka menengah bisa stabil kembali selama komunikasi kebijakan jelas,” katanya.

instagram embed