Kumparan Logo

Rupiah Semakin Melemah, Tembus Rp 17.905 per Dolar AS

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menunjukkan pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (28/5), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tembus Rp 17.905 sekitar pukul 11:54.

Rupiah kemudian menunjukkan sedikit penguatan berdasarkan pengamatan pukul 12.17. Rupiah berada di level Rp 17.870, menguat 65,90 poin atau 0,39 persen.

Pelemahan rupiah juga disoroti oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Namun, dia menilai pelemahan rupiah belum menjadi ancaman bagi APBN.

Purbaya memastikan pemerintah sudah memperhitungkan skenario pelemahan nilai tukar sejak awal, asumsi kurs juga telah dihitung bersamaan dengan simulasi harga minyak dunia yang lebih tinggi.

Menurut Purbaya, kondisi tersebut belum mengharuskan pemerintah melakukan perhitungan ulang terhadap APBN. Ia mengatakan ada faktor lain yang ikut menahan tekanan di pasar keuangan, salah satunya pergerakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah.

Purbaya mengatakan meski rupiah melemah, pasar obligasi masih menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Hal itu didukung langkah pemerintah dan berbagai pihak yang menjaga stabilitas pasar sehingga gejolak tidak semakin dalam.

“Jadi enggak ada masalah. Saya enggak harus hitung ulang APBN-nya. Walaupun rupiah melemah, kan, pertumbuhan yield bond-nya turun,” kata Purbaya.