Kumparan Logo

RUPST BNI Sepakati Dividen Tunai Rp 13,9 T, Buyback Saham Rp 1,5 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gedung Bank BNI. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gedung Bank BNI. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 13,95 triliun, dengan dividend payout ratio 65 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2024.

Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 yang diselenggarakan hari ini, Rabu (26/3). RUPST BNI juga menyetujui rencana pembelian saham kembali atau buyback saham.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo RUPST menyetujui penggunaan laba bersih perseroan 2024 sebesar Rp 21,46 triliun, di mana 65 persen dari laba bersih tersebut senilai Rp 13,95 triliun atau Rp 374 per saham akan dibayarkan secara proporsional sebagai dividen tunai.

Sedangkan 35 persen lainnya dari laba atau senilai Rp 7,5 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha berkelanjutan BNI Group ke depan. Perseroan akan menyetorkan Rp 8,37 triliun sebagai dividen bagian Negara.

Selain itu, RUPST juga menyetujui pembelian kembali (buyback) saham perseroan sebesar-besarnya Rp 1,5 triliun. Buyback dilakukan untuk memberikan indikasi kepada investor bahwa perseroan memandang harga saham perseroan saat ini tidak mencerminkan fundamental Perseroan.

Para pemegang saham, kata Okki, menyetujui rencana pengalihan saham hasil buyback untuk pelaksanaan program kepemilikan saham pegawai dan/atau Direksi dan Dewan Komisaris yang memenuhi syarat untuk memiliki saham perseroan dan/atau dalam rangka pengalihan lainnya sesuai persetujuan OJK.

”Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memperkuat engagement terhadap Perseroan sekaligus meningkatkan kinerja dan prinsip prudent-risk-taking dari manajemen dan pegawai,” kata Okki.

Kemudian, RUPST BNI juga menyetujui perubahan susunan pengurus, yakni menyetujui pemberhentian dengan hormat Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama BNI, digantikan Putrama Wahju Setyawan yang sebelumnya merupakan Wakil Direktur Utama.

Pekerja BNI menunjukkan rupiah untuk penukaran selama Nataru. Foto: Dok. BNI

Selain itu, RUPS juga memberhentikan dengan hormat Novita Widya Anggraini dari jabatan sebagai Direktur Finance dan Mucharom dari jabatan Direktur Human Capital & Compliance.

Sejumlah nama baru masuk dalam jajaran direksi BNI antara lain Alexandra Askandar dan Abu Santosa Sudrajat. Selain itu, RUPST juga menetapkan Omar Sjawaldy Anwar sebagai Komisaris Utama BNI.

Dengan adanya persetujuan RUPST hari ini, susunan direksi BNI bertambah menjadi 13 dari sebelumnya 12 orang dan terdapat perubahan nomenklatur jabatan. Sedangkan susunan komisaris berkurang dari 11 menjadi 6 orang.

Berikut susunan lengkap pengurus BNI setelah RUPST:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen: Omar Sjawaldy Anwar

Wakil Komisaris Utama: Tedi Bharata

Komisaris: Suminto

Komisaris: Donny Hutabarat

Komisaris Independen: Vera Febyanthy

Komisaris Independen: Didik Junaidi Rachbini

Dewan Direksi

Direktur Utama: Putrama Wahju Setyawan

Wakil Direktur Utama: Alexandra Askandar

Direktur Finance & Strategy: Hussein Paolo Kartadjoemena

Direktur Commercial Banking: Muhammad Iqbal

Direktur Corporate Banking: Agung Prabowo

Direktur Risk Management: David Pirzada

Direktur Treasury & International Banking: Abu Santosa Sudrajat

Direktur Network & Retail Funding: Rian Kaslan

Direktur Kelembagaan: Eko Setyo Nugroho

Direktur Consumer Banking: Corina Leyla Karnalies

Direktur Human Capital & Compliance: Munadi Herlambang

Direktur Information Technology: Toto Prasetio

Direktur Operations: Ronny Venir

instagram embed