Kumparan Logo

Rusia Lagi Butuh Tenaga Kerja, Ada Agensi dari Moskow Bakal Cari Pekerja RI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pabrik industri di Rusia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pabrik industri di Rusia. Foto: Shutterstock

Peluang ekspor perdagangan jasa Indonesia ke Rusia semakin terbuka lebar, seiring tingginya permintaan tenaga kerja terampil (skilled workers) dari pengusaha Rusia.

Hal ini terungkap dalam serangkaian pertemuan bisnis Atase Perdagangan (Atdag) RI Moskow dengan dua agensi tenaga kerja Rusia, yaitu Reale Inter Invest Group pada Selasa, (5/8) dan Interstate Migration Center (IMC) pada Kamis, (7/8), di Moskow, Rusia.

"Rusia tengah membutuhkan tenaga kerja terampil yang cukup signifikan di berbagai sektor, antara lain, di industri garmen dan tekstil, pertanian, pabrik besi dan baja, serta pabrik produksi makanan. Permintaan juga datang untuk posisi petugas pemeliharaan tanaman dan penata graha (housekeeper) untuk jasa perhotelan, serta teknisi pengelasan untuk sektor industri berat,” kata Atase Perdagangan di Moskow, Ardianto Mahdi Wibowo, dalam keterangan tertulisnya dikutip Kamis (14/8).

Reale Inter Invest merupakan perusahaan agensi penyalur tenaga kerja yang cukup besar di Rusia. Perwakilan Reale Inter Invest Group, Sergey Pleshkov, mengatakan agensi ini berencana membuka cabang di Indonesia untuk memperlancar kerja sama dengan berbagai agensi penyalur tenaga kerja tepercaya di Indonesia.

"Untuk mengembangkan lini bisnis, kami akan mendirikan Reale Inter Invest di Indonesia agar dapat menyeleksi tingkat keterampilan tenaga kerja Indonesia sesuai standar yang diperlukan perusahan- perusahaan di Rusia," tutur Pleshkov.

Sementara itu, pertemuan Ardianto dengan IMC, membahas rencana penyelenggaraan penjajakan bisnis (business matching) tenaga kerja migran pada September 2025.

Agenda itu akan digelar Kementerian Perdagangan sebagai ajang pertemuan perusahaan dan agensi penyedia tenaga kerja dari Indonesia dengan agensi serupa dari setiap negara akreditasi perwakilan perdagangan di Eropa.

Perwakilan IMC, Sergey Tkachuk, menyambut baik rencana business matching tersebut. "Tentu ini merupakan kesempatan baik bagi kami agar dapat terhubung dengan perusahaan dan agensi penyedia tenaga kerja dari Indonesia sehingga dapat segera melakukan komunikasi bisnis," kata Tkachuk.

IMC sendiri dikenal sebagai perusahaan yang membantu seleksi, rekrutmen, hingga dokumentasi bagi pekerja asing di Rusia dan memiliki jaringan luas dengan perusahaan-perusahaan terkemuka di sana.

Menurut Ardianto, mekanisme perekrutan tenaga kerja asing di Rusia dimulai dari adanya permintaan dari perusahaan-perusahaan Rusia kepada agensi penyalur tenaga kerja.

Pertemuan bisnis Atase Perdagangan (Atdag) RI Moskow dengan dua agensi tenaga kerja Rusia, Reale Inter Invest Group dan Interstate Migration Center (IMC) di Moskow, Rusia, pada Kamis, (7/8/2025). Foto: Kemendag RI

Kemudian, para agensi tersebut akan mengajukan alokasi kuota kepada Pemerintah Rusia untuk mendapatkan persetujuan mendatangkan tenaga kerja asing.

Ardianto mengungkapkan, peluang kerja yang cukup besar di pasar Rusia ini perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kontribusi ekspor jasa terhadap perekonomian nasional.

Menurut dia, hubungan ekonomi Indonesia-Rusia juga diprediksi akan semakin meningkat di tahun mendatang, khususnya dengan rencana penandatanganan Indonesia-Eurasian Economic Union (EAEU) Free Trade Agrement pada akhir 2025.

Seiring dengan penguatan kerja sama ekonomi tersebut, Pemerintah Rusia juga turut membangun kepercayaan global terhadap stabilitas politik dan ekonomi.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan berbagai forum ekonomi internasional yang diselenggarakan di kota-kota besar di Rusia, yang dihadiri oleh kepala negara/pemerintahan dari berbagai negara termasuk Indonesia.

Pada Januari-Juni 2025, ekspor Indonesia ke Rusia tercatat USD 998 juta atau meningkat 43,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, impor Indonesia dari Rusia sebesar USD 1,68 miliar.

Sementara itu, total perdagangan Indonesia-Rusia mencapai USD 2,68 miliar. Nilai ini meningkat 52,37 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 yang senilai USD 1,75 miliar.

instagram embed