Kumparan Logo

Rusia Siap Lanjutkan Proyek Blok Tuna RI pada Juni 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (2/1/2025). Foto:  Fariza/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (2/1/2025). Foto: Fariza/kumparan

Perusahaan migas asal Rusia, Joint Stock Company Zarubezhneft (JSC Zarubezhneft), menyatakan kesiapan melanjutkan proyek Blok Tuna di Laut Natuna pada Juni 2026.

Kelanjutan proyek tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, dengan jajaran Zarubezhneft di sela kunjungan kerja ke Rusia.

Pertemuan itu berlangsung saat agenda Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik di Kazan, Rusia. Proyek Blok Tuna sebelumnya sempat tertunda setelah Premier Oil, anak usaha Harbour Energy, mundur dari proyek tersebut.

"Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang masih tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada Juni bulan depan. Pemerintah akan memberikan dukungan untuk kelanjutan proyek ini," ujar Yuliot dalam keterangannya, Jumat (15/5).

Zarubezhneft sendiri mulai masuk ke proyek migas Indonesia sejak mengakuisisi 50 persen participating interest (PI) pada Proyek Tuna melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd., pada 2020. Selain melanjutkan Blok Tuna, perusahaan tersebut juga menyatakan minat untuk menggarap proyek migas lain di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Zarubezhneft menawarkan dukungan peningkatan produksi migas melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan reaktivasi sumur idle. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan lifting minyak dan gas bumi guna mencapai swasembada energi.

Ketertarikan Zarubezhneft memperluas investasi di Indonesia juga tercantum dalam dokumen Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama ke-14 RI-Rusia. Pihak Rusia mencatat keinginan perusahaan itu untuk memperkuat kerja sama dengan mitra Indonesia, termasuk keterlibatan dalam proyek-proyek migas baru bersama perusahaan energi nasional.

Selain itu, Rusia juga meminta dukungan penyelesaian proses compliance bagi perusahaan yang dinominasikan Zarubezhneft untuk memulai pengorganisasian suplai minyak ke Indonesia.

instagram embed