Rusia-Ukraina Bikin Harga Minyak Mentah Pecah Rekor Lagi ke USD 110 per Barel
·waktu baca 2 menit

Perang Rusia ke Ukraina berjalan hampir sepekan lebih. Serangan kedua negara makin panas dan memakan korban jiwa.
Kondisi ini membuat pasar global bergejolak, seperti harga minyak mentah yang terus naik. Berdasarkan laporan Reuters, Rabu (2/3), siang ini harga minyak berjangka jenis Brent naik US 5,30 atau 5 persen, menjadi USD 110,23 per barel.
Kenaikan harga minyak Brent siang ini pecah rekor dari sebelumnya USD 105 per barel dan level tertinggi sejak 2014. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD 5,02, atau 4,8 persen menjadi USD 108,41, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak September 2013.
Ekonom Westpac Justin Smirk mengatakan naiknya harga minyak mentah siang ini imbas dari pasar global yang makin deg-degan pasokan minyak terhambat, menyusul sanksi negara-negara Barat yang memblokir perbankan Rusia dalam sistem pembayaran internasional (SWIFT).
"Gangguan perdagangan mulai menarik perhatian orang. Masalah seputar pembiayaan perdagangan dan asuransi, itu semua berdampak pada ekspor dari Laut Hitam. Guncangan pasokan sedang berlangsung," Smirk.
Ekspor Minyak Rusia Menyumbang 8 persen dari Pasokan Global
Kekhawatiran pasar global pasokan minyak akan seret karena Rusia juga merupakan eksportir minyak. Sebab, perusahaan migas seperti Exxon Mobil (XOM.N) berencana keluar dari operasi migasnya di Rusia.
Tercatat, negara yang dulunya bernama Uni Soviet ini menyumbang 8 persen minyak mentah dari pasokan global. Pada Selasa (1/3), Exxon mengumumkan akan keluar dari operasi migas Rusia sebagai akibat dari invasi Moskow ke Ukraina. Keputusan itu akan membuat perusahaan menarik diri dari mengelola fasilitas produksi besar di Pulau Sakhalin di Timur Jauh Rusia.
Pada saat yang sama, kekuatan Barat tidak memberlakukan sanksi terhadap ekspor energi secara langsung. Para pedagang AS di pusat-pusat di New York dan Teluk AS menghindari minyak mentah Rusia.
"Orang-orang tidak menyentuh barel (minyak) Rusia. Anda mungkin melihat beberapa di atas air sekarang, tetapi mereka dibeli sebelum invasi. Tidak akan banyak lagi setelah itu," kata seorang pedagang Pelabuhan New York kepada Reuters.
Pengekspor minyak utama Arab Saudi juga kemungkinan akan menaikkan tajam harga minyak mentah untuk Asia pada April.
