Saat Menkeu Purbaya Tanya Balik DPR soal Warisan Masalah Fiskal-Moneter

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mempertanyakan kembali kepada Komisi XI DPR RI karena ia dicecar berbagai pertanyaan mengenai permasalahan fiskal dan moneter. Menurut dia, seharusnya pertanyaan tersebut sudah ditanyakan dalam rapat-rapat bersama Menkeu sebelum dirinya, yakni Sri Mulyani.
Ia juga mengaku merasa kaget akan banyaknya ceceran pertanyaan dari Komisi XI DPR RI saat rapat perdana pada Rabu (10/9) di Gedung DPR RI, Jakarta Selatan.
Yang jadi pertanyaan saya kan, di sini Komisi XI rapatnya dengan Menteri Keuangan berapa ratus hari dalam setahun. Kenapa tidak pernah mempertanyakan itu? Dan saat saya datang ke sini, tiba-tiba, wow, semuanya panjang-panjang sekali, yang harusnya, sudah putus pada waktu itu,” kata Purbaya dalam rapat.
Ia pun turut berkomentar mengenai penyebab adanya demonstrasi besar yang terjadi beberapa waktu lalu. Kepada Komisi XI, Purbaya menuturkan hal tersebut disebabkan oleh adanya tekanan ekonomi yang berkepanjangan.
“Yang kemarin demo itu, itu karena tekanan berkepanjangan di ekonomi, karena kesalahan kebijakan fiskal dan moneter sendiri yang sebetulnya kita kuasai,” ujarnya.
Meski demikian, ke depan Purbaya menuturkan ia akan fokus untuk memperbaiki kebijakan fiskal dan moneter. Ia menyebut perbaikan tersebut juga sebagai ‘quick win’ dalam masa kerjanya.
“Yang saya lakukan adalah memperbaiki itu. Sebelum mengubah yang lain-lain. Struktural lain kita bisa ubah, tapi quick win-nya di situ,” kata Purbaya.
Salah satu implementasi yang akan dilakukan nantinya adalah percepatan belanja. Meski demikian, ia mengakui hal tersebut bukanlah hal yang mudah.
“Oke, belanja nya cepat-cepat. Tapi yang kita tahu, itu nggak semudah membalik tangan,” ujarnya.
Menurutnya, ketimbang diletakkan di Bank Indonesia (BI) uang negara memang seharusnya diletakkan pada sistem ekonomi, hal ini disebut Purbaya agar sistem ekonomi tidak kering.
