Kumparan Logo

Saham BREN Melonjak dan Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 459 T, Ini Kata Analis

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Komisaris PT Barito Pacific Prajogo Pangestu. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Komisaris PT Barito Pacific Prajogo Pangestu. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Saham milik taipan Prajogo Pangestu, PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN), masih melaju kencang sejak melantai di BEI. Saham BREN ditutup menguat 680 poin (24,73 persen) ke level 3.430 pada perdagangan Selasa (17/10).

Head of Research Center Mirae Asset Sekuritas, Roger MM menilai, wajar ketika kapitalisasi pasar (market cap) BREN masuk 10 besar dengan melihat valuasi IPO di level Rp 3 triliun. Nilai valuasi tersebut mudah diserap investor dibandingkan valuasi emiten IPO di atas Rp 10 triliun.

“Di satu sisi investor suka saham-saham seperti ini. Kalau valuasi IPO Rp 10 triliun, investor susah untuk menyerap kaya GOTO dan BUKA Rp 10 triliun, tapi BREN Rp 3 triliun gampang diserap, wajar bisa ARA berkali-kali,” kata Roger saat ditemui di Pacific Century Place, Selasa (17/10).

Selain valuasi, BREN juga bergerak di sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang juga diminati oleh para investor. Roger juga melihat hal yang serupa pada pergerakan saham PT Amman International Tbk (AMMN) yang berada di sektor EBT dan menembus 10 besar market cap.

Kapitalisasi pasar atau market cap adalah sebuah ukuran yang didasarkan pada nilai agregat suatu perusahaan. Biasanya para investor menggunakan nilai market cap sebagai indikator untuk mengetahui seberapa besar ukuran perusahaan.

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

“Amman Mineral Internasional Rp 18 triliun itu juga berat tapi bisa diangkat, kenapa bisa diangkat? satu sentimen sektor karena diuntungkan renewable energy,” tuturnya.

Kapitalisasi BREN bahkan berhasil menyalip PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan market cap Rp 453 triliun. Market cap emiten ini juga telah berhasil melampaui PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Bagi investor yang ingin mengoleksi saham, Roger menyarankan untuk melihat fundamental sekalihgus sektor emitennya terlebih dahulu. Ia menganggap prospek emiten sektor properti belum menarik minat para investor.

“Kalau IPO lihat sektor, kalau sektor positif, itu gampang buat naik. Kalau sektor kondisi properti mungkin engga terlalu menarik buat investor beli properti. Kalau sektor positif, minatnya besar gampang diserap untuk ritel,” ujar Roger.

Berikut adalah daftar 10 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI per Selasa (17/10):

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1.092 triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp 773 triliun

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Rp 652 triliun

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 554 triliun

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 459 triliun

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 453 triliun

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 375 triliun

PT Astra International Tbk (ASII) Rp 237 triliun

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 230 triliun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp 192 triliun