Saham BUMI Perusahaan Bakrie Melesat 222 Persen! Ini Pemicunya
·waktu baca 2 menit

Saham batu bara Perusahaan Bakrie PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil berakhir di zona hijau dengan penguatan 25 poin (16,78 persen) ke 174 pada penutupan perdagangan, Kamis (25/8).
Pergerakan saham BUMI ini berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup turun 20,498 poin (0,28 persen) ke posisi 7.174,208.
Selama perdagangan hari ini, saham BUMI berada di zona hijau dan masuk dalam jajaran top gainers atau saham-saham yang mengalami peningkatan paling tinggi.
Di hari ini, saham BUMI diperdagangkan di rentang 149-178 dengan volume perdagangan 9,29 miliar saham dan turnover Rp 1,55 triliun.
Tak hanya hari ini saja, sebetulnya saham BUMI sudah mulai naik sejak Juni 2022 lalu. Berdasarkan RTI Business, terpantau dalam 3 bulan saja, saham BUMI sudah melonjak 222,22 persen. Pun sejak awal tahun atau year to date, saham BUMI sudah melonjak 169,7 persen.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), BUMI melaporkan pada 23 Agustus 2022, investor asing NBS Clients rajin memborong saham perseroan sebanyak 200 juta lembar saham.
NBS Clients yang berada di Zurich, Swiss ini menambah kepemilikan saham BUMI menjadi total 9.617.265.262 saham atau setara 6,87 persen.
BUMI juga telah menyelesaikan aksi obligasi wajib konversi (OJK) dengan private placement. Kepada BEI, BUMI menyatakan jumlah saham kini menjadi 140,03 miliar.
Adapun jumlah saham OWK sebelum sebanyak 134,9 miliar seri C, dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Di mana, seluruh saham baru tersebut yang akan diterbitkan dalam private placement akan diambil bagian oleh pemegang OWK terkait dalam rangka pelaksanaan hak konversi OWK.
Private placement BUMI akan dilaksanakan dengan harga pelaksanaan Rp 80 per saham, yang merupakan harga konversi OWK, yang berlaku terhadap pelaksanaan hak konversi OWK tersebut.
