Kumparan Logo

Saham Garuda Indonesia (GIAA) Terus Turun, Hari Ini Sentuh Terendah

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga melihat layar pergerakan saham pada gawainya di Jakarta, Kamis (24/2/2022).  Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga melihat layar pergerakan saham pada gawainya di Jakarta, Kamis (24/2/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Pergerakan saham PT Garuda Indonesia terus turun. Pada perdagangan Jumat (7/3), saham perusahaan pelat merah tersebut dibuka di Rp 40 dan kini ada di Rp 39 atau turun 1 poin (2,50 persen).

Frekuensi saham GIAA hari ini ditransaksikan sebanyak 209 kali dengan total volume perdagangan 7,67 juta saham senilai Rp 303,37 juta.

Jauh sebelum titik rendah itu, saham Garuda Indonesia pada 5 tahun lalu atau pada 2020 sempat berada di Rp 313. Lalu di 2021 turun di Rp 267. Pada 2022 kembali melemah di Rp 221. Selanjutnya di 2023 tambah merosot di 176, dan pada 2024 melemah di Rp 130.

Saham GIAA Sempat Disuspensi BEI

Pesawat Garuda Indonesia bersiap lepas landas membawa personel dan logistik serta peralatan dalam misi Bantuan Kemanusiaan Indonesia menuju Turki, dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Senin (13/2/2023). Foto: Dok. BNPB

Saham Garuda Indonesia sempat disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Juni 2021. Penyebabnya karena perusahaan menunda pembayaran kupon sukuk global.

BEI baru mengumumkan pencabutan penghentian perdagangan sementara perdagangan efek GIAA, terhitung sejak sesi I perdagangan efek pada Selasa, 3 Januari 2023.

Pencabutan suspensi saham atas peradangan efek GIAA tersebut merupakan tindak lanjut dari dirampungkannya tahapan restrukturisasi kinerja Garuda pada penutup tahun 2022 lalu, utamanya berkaitan dengan penerbitan instrumen restrukturisasi 'New Sukuk'.