Kumparan Logo

Saham GoTo Tembus Rp 93 per Lembar, Ini Dia Penyebabnya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jajaran Direksi RUPS GoTo di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (28/6/2022). Foto: Dok. GoTo
zoom-in-whitePerbesar
Jajaran Direksi RUPS GoTo di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (28/6/2022). Foto: Dok. GoTo

Tekanan jual saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) belum berakhir. Terpantau hingga pukul 10:20 WIB, Jumat (9/12), harga saham GoTo melemah 7 poin (7 persen) dan saat ini tembus ke level di Rp 93 per lembarnya.

Adapun tekanan jual saham GoTo ini telah terjadi selama 3 pekan beruntun. Bahkan, berdasarkan data RTI Business, saham GoTo telah merosot hingga 55,71 persen selama bulanan.

Bahkan sejak IPO di April lalu, saham GoTo sudah ambles hingga 75,78 persen. Pelemahan yang terus menerus ini juga berpengaruh ke kapitalisasi pasar GoTo yang menyusut jadi Rp 110,15 triliun.

Sebelumnya Grup GoTo, Patrick Cao, menjelaskan fluktuasi harga saham adalah mekanisme pasar dipengaruhi berbagai faktor. Faktor tersebut termasuk makro ekonomi, pasar modal, kompetisi dan kinerja perusahaan.

Kevin Aluwi (Komisaris GoTo), Andre Soelistyo (CEO GoTo Group), Patrick Cao (President GoTo Group), dan William Tanuwijaya (Co-Founder dan CEO Tokopedia). Foto: Dok. Gojek dan Tokopedia

“Dengan berakhirnya periode lock-up, ada kenaikan dalam jumlah saham beredar di pasar yang mengakibatkan kenaikan transaksi jual beli saham,” kata Patrick dalam paparan publik insidentil, Kamis (8/12).

Patrick menjelaskan alasan lainnya yaitu, investor awal yang masuk di harga yang lebih rendah yang merealisasikan keuntungan, berakhirnya masa investasi untuk investor finansial, dan kebutuhan likuiditas di akhir tahun.

“Banyak variabel ini di luar kontrol dan pengetahuan perusahaan. Perseroan akan terus fokus untuk mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan melalui produk dan layanan kualitas, meningkatkan engagement quality user, serta melakukan kinerja bisnis secara lebih efisien menuju profitabilitas,” ujarnya.

Jajaki Investor Potensial

GoTo resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4). Foto: Dok. GoTo

Patrick mengaku GoTo tengah menjajaki investor potensial yang baru, terutama menuju peluang GoTo ke dalam indeks global di paruh pertama 2023. Semua langkah-langkah ini dilakukan untuk memberikan manfaat dan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Direktur GoTo, Hans Patuwo mengungkapkan faktor risiko yang dihadapi Perseroan saat ini. DIa menilai risiko tersebut berdampak ke kinerja operasional dan finansial, termasuk harga saham.

“Ada beberapa faktor risiko yang bisa mempengaruhi kinerja operasional dan finansial, dan bisa terdampak harga saham. Di antaranya adalah kondisi makro ekonomi, pasar modal, dan kompetisi,” tutur Hans.