Kumparan Logo

Saham OneMed Meroket 22,55 Persen Usai IPO Hari Ini

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) yang memproduksi alat kesehatan.  Foto: Dok. OMED
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) yang memproduksi alat kesehatan. Foto: Dok. OMED

PT Jayamas Medica Industri Tbk atau OneMed resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau IPO pada hari ini, Selasa (8/11/2022). Pergerakan saham terpantau melonjak 46 poin (22,55 persen) ke level Rp 250 per saham pada pukul 9:17 WIB.

Perusahaan di bidang usaha manufaktur alat kesehatan, alat kesehatan elektromedik, alat diagnostik, antiseptik dan disinfektan, serta perbekalan kesehatan rumah tangga ini memakai kode saham OMED dalam perdagangan sahamnya. Dalam penawaran umum perdana saham (initial public offering) atau IPO, OneMed melepas sejumlah 4.058.850.000 saham kepada publik.

Besaran saham yang ditawarkan tersebut setara dengan 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Direktur Operasi OneMed, Leonard Hartanto mengemukakan OneMed mendapatkan minat positif dari para investor selama masa penawaran umum 2 - 4 November 2022.

"Kami bersama dengan underwriter mematok harga IPO sebesar Rp 204 per saham untuk dalam hajatan IPO. Seluruh saham yang ditawarkan terserap dengan baik, hasil tersebut menunjukkan antusias investor yang luar biasa. OneMed berhasil meraup dana segar sejumlah Rp 828 miliar," ujar Leonard dalam keterangan tertulis, Selasa (8/11).

Leonard juga menyampaikan, IPO ini merupakan langkah aksi korporasi yang dilakukan untuk mendukung sumber pendanaan dalam pengembangan usaha. Dengan demikian, target OneMed untuk menjadi tulang punggung kesehatan Indonesia dan bersaing dengan produk dari luar di kancah internasional dapat terealisasi dengan baik.

OneMed akan menjelajahi peluang merger dan akuisisi di tengah industri peralatan medis Indonesia yang sangat terfragmentasi, dan juga mencari kemitraan strategis serta menjalin kerja sama dengan pemain peralatan dan pasokan medis global.

“Kami mencari peluang-peluang baru dalam pasar industri alat kesehatan di Indonesia yang sangat beragam. Tentu saja strategi itu juga mempertimbangkan sejumlah kriteria, seperti teknologi yang digunakan, paten dan tingkat keahlian, kemitraan dan aliansi serta peluang akuisisi,” katanya.

Menurut Leonard, tujuan OneMed melakukan IPO adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas OneMed agar memiliki Good Corporate Governance (GCG) yang baik.

Menurut Leonard, OneMed akan menggunakan dana hasil IPO ini untuk tiga keperluan. Pertama, sekitar 72,19 persen digunakan OneMed untuk pengembangan usaha dalam bentuk belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja (working capital).

Kedua, sebesar 22,87 persen akan diberikan kepada Perusahaan Anak OneMed, yaitu PT Intisumber Hasil Sempurna Global (IHSG) untuk belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja (working capital).

PT Jayamas Medica Industri (OneMed) Mulai Rangkaian Bookbuilding IPO. Foto: Dok.OneMed

Ketiga, sebesar 4,94 perusahaan diberikan kepada Perusahaan Anak OneMed, yaitu IHSG dalam bentuk setoran modal. Kemudian IHSG akan memberikan kepada Perusahaan Anak, yaitu PT Inti Mediacom Retailindo (IMR) dalam bentuk setoran modal untuk belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja (working capital).

Berbekal infrastruktur terintegrasi Onemed, Perseroan yakin dapat bertumbuh secara berkelanjutan dan menjadi market leader industri dengan mengedepankan nilai-nilai perusahaan, yakni terdepan, kualitas, inovatif, dan tepercaya.

Sejalan dengan mencari kemitraan strategis, OneMed juga berupaya untuk membuat kontrak lisensi dengan pemegang paten alat kesehatan yang dapat memungkinkan untuk melakukan produksi di Indonesia.

Dalam IPO ini, OneMed menunjuk PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT CIMB Niaga Sekuritas dan PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Joint Lead Underwriters) serta AvantGarde Capital yang bertindak sebagai penasihat keuangan (financial advisor). OneMed telah mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 31 Oktober 2022.