Bisnis
·
14 Januari 2021 13:32

Saham PT Timah Melesat 23 Persen, Gara-gara WFH hingga Mobil Listrik?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Saham PT Timah Melesat 23 Persen, Gara-gara WFH hingga Mobil Listrik? (289520)
Ilustrasi Timah Foto: Instagram/@officialtimah
Saham salah satu emiten pertambangan pelat merah, PT Timah Tbk, melaju kencang hingga perdagangan sesi I, Kamis (14/1). Saham perusahaan dengan kode emiten TINS ini menjadi salah satu pendorong indeks (top gainers) sesi I dengan kenaikan 445 poin (23,12 persen) menjadi Rp 2.370.
ADVERTISEMENT
Analis Capital Future Wahyu Laksono menjelaskan, penyebab utama kenaikan TINS yaitu prospek cerah komoditas timah. Timah merupakan bahan baku barang-barang yang amat dibutuhkan di tengah pandemi.
“Saat pandemi, kebutuhan barang elektronik makin besar terkait WFH dan lockdown, terutama di China. Bahkan dampak pandemi COVID-19 juga seperti berkah tersendiri bagi timah,” katanya kepada kumparan, Kamis (14/1).
Perekonomian China mulai membaik dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini membuat produksi alat elektronik di China meningkat. Di sisi lain, Indonesia merupakan produsen timah terbesar di dunia.
Saham PT Timah Melesat 23 Persen, Gara-gara WFH hingga Mobil Listrik? (289521)
Seorang Pekerja dari PT Timah sedang mengolah Timah Foto: Facebook/@OfficialTimah
Selain itu, Wahyu menuturkan, prospek motor dan mobil listrik makin cerah. Sentimen ini membuat kebutuhan timah semakin tinggi.
Wahyu telah memprediksi kenaikan harga komoditas timah ini sejak tahun lalu. Pada kuartal III 2020, harga timah berada di level USD 19.000 per ton. Sementara pada tahun ini harga timah diprediksi bakal naik ke kisaran USD 21.000 per ton.
ADVERTISEMENT
“Jadi timah masih bisa naik, hanya saja tidak sekuat 2020,” tegas Wahyu.