Kumparan Logo

Saham WIKA Naik 63 Persen dalam Sepekan, Bakal Disuspensi BEI?

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo perusahaan konstruksi milik negara Wijaya Karya (Wika). Foto: AP Photo/Dita Alangkara
zoom-in-whitePerbesar
Logo perusahaan konstruksi milik negara Wijaya Karya (Wika). Foto: AP Photo/Dita Alangkara

Pergerakan saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus mengalami lonjakan pada perdagangan Senin (8/7). Saham WIKA naik 32 poin atau 22,7 persen ke level 174 per lembar.

Mengutip data RTI, saham WIKA masuk dalam daftar top gainers dengan pergerakan naik 55 poin atau 63,95 persen selama sepekan. Apakah saham BUMN Karya tersebut akan disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI)?

"Kita lihat ke depan. Enggak sembarangan suspensi, kemarin kan baru fundamental. Secara objektif kita lihat perilaku transaksi bagaimana, semua saham kita pantau," ujar Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Manullang saat ditemui di Gedung BEI, Senin (8/7).

Kristian menambahkan, BEI juga akan membuka peluang untuk meminta keterangan tertulis kepada WIKA apabila ada anomali pergerakan saham.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kristian Manullang menjawab pertanyaan wartawan di Gedung BEI, Senin (8/7/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

“Pastinya demikian kalau memang perilaku kita lihat tidak biasa, anomali pasti kita akan minta keterangan kepada mereka,” tutur Kristian.

Volume transaksi saham WIKA mencapai 170,53 juta lembar saham dengan nilai transaksi Rp 26,66 miliar. Kapitalisasi pasar (market cap) mencapai Rp 6,7 triliun.

BEI telah mencabut penghentian sementara perdagangan efek WIKA di seluruh pasar terhitung sejak sesi I perdagangan pada Selasa, 30 April 2024.

instagram embed