Kumparan Logo

Sajadah Turki dan Tasbih China Diburu Pembeli di Tanah Abang

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situasi di pusat penjualan oleh-oleh haji di Pasar Tanah Abang Jelang Idul Adha 2018, Minggu (12/8/2018). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Situasi di pusat penjualan oleh-oleh haji di Pasar Tanah Abang Jelang Idul Adha 2018, Minggu (12/8/2018). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)

Produk sajadah dan tasbih impor menjadi incaran di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada musim haji 2018. Berdasarkan pantauan kumparan, Minggu (12/8), ada dua kategori sajadah yang tampak dijajakan di Pasar Tanah Abang, sajadah produksi lokal dan impor. Dari versi penjual, sajadah impor buatan Turki yang paling diminati pembeli.

“Dari Turki asli yang banyak dicari, bahannya tebel dan benangnya juga kuat,” ucap seorang padagang di Toko Abi Collection, Umi kepada kumparan.

Harga sajadah Turki dijual beragam, yakni mulai dari Rp 350.000 hingga Rp 1.100.000 untuk setiap kodi yang berisi 20 buah.

“Yang paling banyak itu, yang kualitas tengah sih, biasanya yang Rp 550.000,” imbuhnya.

Situasi di pusat penjualan oleh-oleh haji di Pasar Tanah Abang Jelang Idul Adha 2018, Minggu (12/8/2018). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Situasi di pusat penjualan oleh-oleh haji di Pasar Tanah Abang Jelang Idul Adha 2018, Minggu (12/8/2018). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)

Selama pagi hingga sore hari ini, ia bisa menjual sekitar 30 kodi yang didominasi oleh pembelian sajadah Turki.

Hal serupa juga diungkapkan Ponikin (43), salah satu penjaga di Toko Putri Bungsu. Sajadah buatan Turki lebih banyak dicari daripada sajadah lokal.

“Iya, sajadah Turki sih yang banyak diminati. Kalau di sini sih, yang harganya Rp 450.000 sampai Rp 700.000 yang laris, tadi laku lebih dari 10 karung yang masing-masing isi sekitar 5 kodi,” pungkasnya.

Ponikin menambahkan, tak hanya sajadah Turki yang cukup banyak diminati pada musih haji tahun ini. Tasbih buatan China juga diburu pembeli karena coraknya yang beragam dan kualitasnya juga dinilai bagus.

Situasi di pusat penjualan oleh-oleh haji di Pasar Tanah Abang Jelang Idul Adha 2018, Minggu (12/8/2018). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Situasi di pusat penjualan oleh-oleh haji di Pasar Tanah Abang Jelang Idul Adha 2018, Minggu (12/8/2018). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)

“Paling banyak dicari meski cenderung mahal itu tasbih produksi China jenis kristal yang bisa seharga Rp 90.000 hingga Rp 240.000, kualitasnya lumayan,” ujarnya.

Namun, tak sedikit pula pembeli yang memilih tasbih lokal. Tasbih buatan lokal dijual Rp 25.000 hingga Rp 170.000 per lusin untuk ukuran besar.

“Ada juga yang suka murah dari produk lokal, karena biasanya tasbih kan sebagai tambahan pelengkap,” tutupnya.

Sementara itu, sorban hingga baju koko tidak selaris sajadah Turki dan tasbih China.