Kumparan Logo

Salip Duo Hartono Pemilik Djarum, Pengusaha Batu Bara Ini Jadi Orang Terkaya RI

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Low Tuck Kwong, Dirut PT Bayan Resources. Foto: BYAN
zoom-in-whitePerbesar
Low Tuck Kwong, Dirut PT Bayan Resources. Foto: BYAN

Posisi orang terkaya Indonesia yang selama bertahun-tahun didominasi duo Hartono pemilik Grup Djarum, kali ini tergeser. Pemuncak klasemen daftar orang terkaya per April 2023 versi CEO World, ditempati oleh pengusaha batu bara Low Tuck Kwong.

Mengutip data CEO World yang dirilis pada Jumat (7/4), Low Tuck Kwong yang merupakan pemilik perusahaan tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) USD 30,3 miliar atau setara Rp 451,8 triliun.

Sejak akhir 2022 lalu, Low Tuck Kwong rajin memborong saham perusahaannya sendiri. Per Februari 2023, kepemilikan saham Low Tuck Kwong bertambah menjadi 20.323.318.070 (20,32 miliar) lembar saham atau 60,97 persen dari total saham BYAN.

Sementara itu pemilik Grup Djarum, Robert Budi Hartono ada di posisi kedua dengan kekayaan USD 25,7 miliar atau setara Rp 383,1 triliun. Sedangkan saudara kandungnya yakni Michael Budi Hartono ada di posisi ketiga dengan kekayaan USD 24,5 miliar atau setara Rp 365,2 triliun.

Berikut daftar orang terkaya Indonesia versi CEO World per April 2023:

embed from external kumparan

1. Low Tuck Kwong (Bayan Resources): USD 30,3 miliar

2. Budi Hartono (Grup Djarum): USD 25,7 miliar

3. Michael Hartono (Grup Djarum): USD 24,5 miliar

4. Sri Prakash Lohia (Indorama): USD 7,4 miliar

5. Prajogo Pangestu (Barito Pacific): USD 5,7 miliar

6. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono (Bumitama Agri): USD 5,1 miliar

7. Dewi Kam (Bayan Resources): USD 4,9 miliar

8. Chairul Tanjung (Trans Corp): USD 4,9 miliar

9. Tahir & family (Mayapada Group): USD 4,3 miliar

10. Djoko Susanto (Alfamart): USD 4,2 miliar

11. TP Rachmat (Triputra Group): USD 3,3 miliar

12. Martua Sitorus (Wilmar International): USD 3,2 miliar

13. Sukanto tanoto (Royal Golden Eagle): USD 3,0 miliar

14. Otto Toto Sugiri (DCI Indonesia): USD 2,0 miliar

15. Hermanto Tanoko (Tancorp Abadi Nusantara): USD 2,0 miliar