Sama seperti Jabodetabek, KRL Yogya - Solo Tak Dilengkapi Toilet

Dalam waktu dekat, Kereta Rel Listrik (KRL) Yogya-Klaten-Solo akan beroperasi. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang ditugaskan mengoperasikan kereta api lokal di Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta memastikan fasilitas KRL di Yogyakarta tidak akan kalah dengan yang di Jakarta.
Direktur Utama KCI Wiwik Widayanti menjelaskan, gerbong KRL di Yogyakarta juga tidak akan dilengkapi toilet. Untuk itu penumpang diminta untuk menggunakan toilet-toilet yang berada di setiap stasiun.
"Nanti begitu KRL tidak ada toilet di atas rel tapi disiapkan di stasiun. Kalau mau naik ya ke toilet dulu," ujar Wiwik di Yogyakarta, Jumat (2/10).
Lanjut Wiwik, sejak Oktober ini pihaknya telah mulai bertugas mengelola KA lokal di Daop 6 setelah sebelumnya juga mengelola di wilayah DKI Jakarta.
"Kenapa KCI karena saat ini sedang dibangun LAA (Listrik Aliran Atas) Daop 6 oleh Kemenhub. Sudah terpasang dari Jogja sampai Klaten. Insyaallah akhir tahun ini mulai Solo Kami diminta mempersiapkan diri juga," katanya.
"Layanan akan berbeda dengan sekarang. Yang pasti sekarang diesel nantinya menggunakan listrik aliran atas yang sudah terlihat tiang-tiangnya. Sekarang sedang menunggu penyelesaian di Klaten dan Solo sama pembangunan peron-peronnya," ujarnya.
Nantinya juga tidak akan ada lagi tiket kertas seperti pada Prameks. Tiket akan menggunakan kartu multi trip hingga kartu bank maupun Link Aja. Dengan sistem kartu ini, penumpang tidak perlu khawatir tiket hangus saat ketinggalan kereta lantaran kartu bisa digunakan sewaktu-waktu.
"Menggunakan kartu seperti Jabodetabek kereta jam berapa pun bisa, bebas menaiki kereta yang mana saja," katanya.
Wiwik menjelaskan KRL ini direncanakan akan uji coba pada November atau akhir Oktober. Uji coba. Akan diberlakukan bertahap mulai dari Yogya - Klaten kemudian rute Yogya-Solo.
