Sandi Dorong Inovasi Rendang dan Fesyen untuk UMKM Padang
ยทwaktu baca 3 menit

Adaptasi, inovasi dan kolaborasi dalam upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) harus dilakukan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Langkah tersebut diyakini mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.
Optimisme tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Uno di Hotel Truntum, Kota Padang, Sumatera Barat pada Minggu (29/8).
Salah satu langkah inovasi tersebut dijelaskan Sandiaga Uno adalah program Kabupaten Kota Kreatif (KaTa Kreatif) hasil kolaborasi Pemerintah Daerah (Pemda) dengan Kemenparekraf.
Lewat program pelatihan dan pendampingan itu, dirinya meyakini sektor parekraf di Indonesia, khususnya Kota Padang, Sumatera Barat dapat pulih dan bangkit kembali.
"Hari ini kita kick off program KaTa Kreatif-Kabupaten Kota Kreatif untuk mendorong inovasi dan entrepreneurship untuk menciptakan peluang di tengah pandemi dengan tentunya mengadopsi protokol kesehatan, untuk menggerakkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya," ujar Sandiaga Uno.
"Kita ingin Padang yang menjadi ikon kuliner Indonesia bisa menjadi lokomotif dari kebangkitan kita. Mudah-mudahan PPKM ini bisa terus ditekan levelnya agar pariwisata dan ekonomi kreatif bisa bangkit," harapnya.
Lebih lanjut dipaparkannya, tantangan pengembangan UMKM di Kota Padang dijelaskan Sandiaga Uno adalah digitalisasi.
Aspek tersebut dipastikannya akan terus didorong Kemenparekraf guna meningkatkan kualitas dan nilai jual produk ekonomi kreatif yang dihasilkan masyarakat.
"Tantangannya adalah digitalisasi. Digitalisasi ini akan kita pacu dan kita tingkatkan keragaman dan nilai tambah dari produk-produk ekonomi kreatif," ungkap Sandiaga Uno.
"Jadi tugasnya narasumber dari program KaTa Kreatif bisa memberikan semangat dan inovasi kepada pelaku ekonomi kreatif di Kota Padang," tambahnya.
Namun, hal terpenting dalam pengembangan usaha diyakininya adalah niat dan minat. Usaha yang dijalani juga harus dilakukan merujuk prinsip 4 As, yakni Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas.
Sehingga, produk ekonomi kreatif yang dihasilkan, mulai dari kuliner, fesyen, kriya maupun beragam produk lainnya dapat menjadi unggulan.
"Do what you love and love what you do, itu yang pertama. Kemudian ada 4 P sebagai kunci dalam pengembangan usaha, yaitu Produk, Place, Promotion dan Packaging," papar Sandiaga Uno.
"Untuk itu kita akan memberikan dukungan pendampingan, dukungan workshop, dukungan pelatihan, dukungan pemasaran, pelaporan keuangan, perizinan, dan akses pembiayaan," tambahnya.
Seluruh aspek tersebut diyakininya sangat dibutuhkan oleh para pelaku UMKM saat ini. Seperti sejumlah UMKM yang ditemuinya ketika jogging sejauh delapan kilometer pada tadi.
Dirinya mengaku bertemu dan berbincang langsung dengan sejumlah pelaku ekonomi kreatif di sepanjang lintasan. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diungkapkannya menginginkan adanya bantuan lewat sejumlah program pemerintah yang berkeadilan.
"Mereka bisa memahami keadaan saat ini, tapi menginginkan satu program yang lebih menyentuh dari pemerintah, dan ini adalah tugas kami. Agar omzet mereka yang anjlok sekarang ini bisa kita tingkatkan melalui adaptasi protokol," ungkap Sandiaga Uno.
"Jadi seiring penurunan kasus COVID-19, PPKM kita akan longgarkan, tentunya dengan keputusan yang tegas dan lugas dari pemerintah daerah, agar omzet mereka dapat kembali meningkat," tutupnya.
