Sandiaga: Tiket Wisatawan Nusantara Borobudur Tak Alami Kenaikan
ยทwaktu baca 2 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memastikan harga tiket masuk ke Candi Borobudur, khusus untuk wisatawan nusantara atau lokal, tidak mengalami kenaikan.
Hal ini disampaikan Menparekraf setelah pengumuman Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan soal kenaikan tiket ramai dibicarakan. Luhut sendiri sebelumnya juga telah memastikan bahwa rencana tersebut belum final.
Sandiaga pada hari ini juga menyampaikan pernyataan yang sama. Dia memastikan belum ada kenaikan tiket untuk wisatawan nusantara.
"Kami ingin meluruskan bahwa tiket wisatawan nusantara itu tidak mengalami kenaikan," ujar Sandi dalam weekly press briefing Kemenparekraf, Senin (6/6).
Sandi mengungkapkan, hal ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi. Jokowi ingin agar wacana kenaikan mesti punya sudut pandang empati pada kondisi ekonomi masyarakat. Terlebih lagi sektor pariwisata baru saja mengalami tren pemulihan setelah terpuruk karena COVID-19.
"Kami akan melakukan langkah strategis setelah mendapatkan masukan begitu banyak para netizen, para ahli, ahli budaya, tokoh agama, masyarakat tentu akan kami koordinasikan," ujar Sandi.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) Edy Setijono mengungkapkan, pihaknya masih tetap menyediakan tiket reguler.
Dengan rincian harga wisatawan umum Rp 50.000. Kemudian tiket untuk wisatawan anak Rp 25.000, wisatawan mancanegara USD 25, serta wisatawan mancanegara anak USD 15.
Adapun wacana yang disampaikan Luhut sebelumnya, yakni penjualan tiket wisatawan nusantara Rp 750.000 serta USD 100 untuk wisatawan asing. Ini kemudian disebut sebagai rencana harga khusus untuk yang akan naik ke candi.
Sandi memastikan, saat ini terkait kebijakan kuota dan harga masih dalam pembahasan lintas kementerian dan lembaga. PT TWC selaku pengelola juga tengah menyiapkan prosedurnya.
"Dan sebagai frontline, TWC sedang menyiapkan SOP ke depan. Harapannya kita tidak terlalu reaktif menanggapi, kita kumpulkan dan tentu menjadi landasan kajian kita ke depan. Sehingga pariwisata tidak akan terganggu, UMKM, pedagang jangan khawatir, kita akan perhatikan," pungkasnya.
