S&P Naikkan Peringkat Utang Indonesia dengan Outlook Stabil

Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings menaikkan peringkat kredit utang Indonesia jangka panjang atau sovereign credit rating dari BBB- menjadi BBB dengan outlook stabil pada Jumat (31/5). Tak hanya itu, lembaga yang berbasis di New York, AS, ini juga menaikkan peringkat utang Indonesia jangka pendek menjadi A-2 dari A-3.
Berdasarkan keterangan resmi S&P yang diterima kumparan, Jumat (31/5), kenaikan peringkat tersebut mencerminkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat dan dinamika kebijakan yang mendukung. Hal ini diharapkan berlanjut seiring terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Peringkat pada Indonesia terus didukung oleh utang pemerintah yang relatif rendah dan kinerja fiskal yang moderat,” ujar Primary Credit Analyst S&P Andrew Wood dalam keterangan tersebut.
Faktor-faktor tersebut dinilai mampu menyeimbangkan kelemahan ekonomi Indonesia yakni masyarakat penghasilan menengah ke bawah dan capital adequacy ratio (CAR) yang moderat.
Selain itu, S&P menilai ekonomi Indonesia tumbuh lebih cepat dari negara-negara lainnya yang memiliki tingkat pendapatan yang sama.
"Ini mencerminkan pembuatan kebijakan pemerintah telah efektif dalam menerapkan dan mempromosikan keuangan publik yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang seimbang," jelasnya.
Prospek atau outlook yang stabil mencerminkan pandangan S&P bahwa lingkungan kebijakan yang konstruktif di Indonesia akan mendukung prospek pertumbuhan ekonomi di tahun-tahun mendatang.
Menurut S&P, kenaikan peringkat utang mencerminkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat dan dinamika kebijakan yang mendukung. Peringkat tersebut juga didukung oleh utang pemerintah yang relatif rendah dan kinerja fiskal yang moderat.
