Kumparan Logo
Wishnutama
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio.

Saran Wishnutama ke Pengusaha Milenial: Makin Banyak Gagal, Makin Baik Hasilnya

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio. Foto: Kemenparekraf
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio. Foto: Kemenparekraf

Memulai usaha memang tak semudah rencana. Rencana yang matang pun, kadang sering berujung dengan kegagalan. Untuk itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio membagikan pengalamannya memulai usaha.

Ia menuturkan, saat memulai usaha, memang tak jarang akan menemui kegagalan. Namun, jangan khawatir. Sebab, menurut Wishnutama, semakin sering gagal, justru akan semakin baik.

“Tetapi sekali lagi tadi bilang kadang-kadang kita gagal. (Maka) semakin banyak kita gagal dalam melakukan sebuah upaya semakin banyak hebat pula hasilnya. Itu teori yang saya alami selama ini,” ungkapnya di Festival UMKM kumparan, Senin (226/10).

kumparan post embed

Menurutnya yang paling penting bagi pengusaha adalah sifat tidak mudah menyerah dalam setiap kegagalan. Sebab hasil yang luar biasa sering kali bermula dari kegagalan.

“Jadi setiap kita gagal semangat lebih tinggi. Karena tahu hasil lebih hebat dan luar biasa, dalam setiap upaya yang dilakukan,” lanjutnya.

Ia juga menyebut, di era sekarang, pemerintah telah memberikan akses permodalan yang lebih mudah dibanding pemerintah pada saat ia baru lulus kuliah. Belum lagi bantuan mengenai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang di era sekarang lebih terbantu.

embed from external kumparan

“Jadi ini luar biasa peluang yang ada. Banyak peluang sangat luar biasa,” imbuh Wishnutama.

Berdasarkan catatannya, ada tiga sektor yang memilki nilai ekonomi tinggi. Pertama adalah sektor kriya mencapai USD 164 miliar, lalu sektor fashion mencapai USD 204 miliar dan sektor kuliner USD 519 miliar.

“Ini penyumbang terbesar. (Ekspor) 8,4 milair USD untuk kriya, 12,1 miliar USD untuk fashion, dan kuliner 1,4 miliar USD (pada 2019),” pungkasnya.

video youtube embed