Kumparan Logo

Sarinah Siapkan Rp 1,8 T untuk Bangun Tower di Jantung Kota Jakarta

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
GNP Sugiarta Yasa (Ngurah) Presdir Sarinah saat melakukan kunjungan ke kantor kumparan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
GNP Sugiarta Yasa (Ngurah) Presdir Sarinah saat melakukan kunjungan ke kantor kumparan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

PT Sarinah (Persero) akan menggenjot lini bisnis properti dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari pengembangan usaha dan substitusi melambatnya bisnis ritel. Ke depan, sektor properti dan MICE akan jadi tumpuan pendapatan perseroan.

Salah satu proyek prestisius BUMN ritel ini adalah pengembangan tower untuk hotel, perkantoran, ritel, dan exhibition di jantung kota Jakarta, tepatnya di area pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan MH Thamrin.

Suasana saat redaksi kumparan menerima kunjungan dari Sarinah di kantor kumparan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Tahap awal, Sarinah akan membangun tower I pada awal 2020. Total alokasi investasi mencapai Rp 1,8 triliun, di mana Rp 1 triliun akan dialokasikan membangun tower baru di lahan seluas 2,8 hektare (ha), sedangkan sisanya Rp 800 miliar untuk renovasi gedung eksisting dan membangun gedung exhibition. Sumber pendanaan dari pinjaman perbankan.

"Nilai proyek Rp 1,8 triliun, proyek gedung saja Rp 1 triliun, gedung baru. Yang mau dibikin tower. Lainnya untuk renovasi eksisting building," kata Direktur Utama Sarinah, Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa saat berkunjung ke kantor redaksi kumparan di Jati Padang, Jakarta Selatan, Rabu (9/10).

Arifin Asydhad Pemred kumparan saat memberi cendera mata ke GNP Sugiarta Yasa (Ngurah) Presdir Sarinah di kantor kumparan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Pada kunjungan kali ini, Gusti ditemani oleh Direktur Ritel Sarinah, Lies Permana Lestari dan Tim Corporate Communication Sarinah.

Saat ini, Sarinah sedang melengkapi perizinan untuk dimulainya proyek fase I. Gusti menambahkan, pada tower eksisting yang berusia lebih dari 50 tahun, nantinya akan dipercantik. Di bagian atas akan dibuat area kuliner. Sementara gedung exhibition yang akan dibangun di antara gedung eksisting dan tower baru dirancang mampu menampung minimal 2.000 orang.

Pembangunan tower tahap I akan menelan waktu 30 bulan. Untuk proyek ini, Sarinah melakukan joint venture dengan sesama BUMN, yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT PP Tbk (PTPP). Saat beroperasi, tower dan wajah baru Gedung Sarinah akan menjadi icon terbaru di pusat kota Jakarta.

"Kalau jadi itu akan jadi kebanggaan kita. Konsep gedung enggak boleh pagar. Bagaimana menggambarkan Indonesia yang aman, negeri yang ramah, tertib. Kita buat di sini, tentu dengan security equipment yang disiapkan," tambahnya.

Suasana saat redaksi kumparan menerima kunjungan dari Sarinah di kantor kumparan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Selain itu, Gedung Sarinah nantinya akan terkoneksi dengan akses stasiun MRT Jakarta Fase II rute Bundaran HI - Jakarta Kota. Akan ada stasiun dan akses khusus.

Gusti tak menampik bila proses pembangunan tower baru dan renovasi gedung Sarinah berjalan lambat. Alasannya, lahan di area perseroan sempat terganjal status hukum kepemilikan. Namun persoalan tersebut telah tuntas, khusus di era Dirut Sarinah saat dijabat oleh Ira Puspadewi, lahan sudah dilakukan sertifikasi.

"Karena sudah diwarisi legal, zaman saya harus dibangun. Memang tantangan cukup lumayan, tapi semua pihak kasih green light," tegasnya.

Suasana di Pusat Perbelanjaan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. Foto: Muhammad Darisman/kumparan