Kumparan Logo

Sarjito Sebut Price Arbitrage Jadi Ukuran Keberhasilan Bursa Mineral-Komoditas

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tambang mineral. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tambang mineral. Foto: Shutterstock

Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) OJK, Sarjito, mengungkap ukuran keberhasilan bursa mineral dan komoditas strategis adalah terciptanya pasar yang tepercaya atau trusted market. Pasar yang terpercaya bakal mendorong pelaku pasar melakukan price arbitrage.

"Yaitu trusted market karena market yang bagus pasti akan dipakai untuk arbitrage. Price arbitrage, bukan supervisory dan regulatory arbitrage,” ucap Sarjito ketika ditemui wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (24/8).

Mekanisme Price Arbitrage

Sarjito menjelaskan, price arbitrage terjadi ketika seorang trader membeli suatu komoditas di pasar dengan harga lebih rendah, kemudian menjualnya di pasar lain yang menawarkan harga lebih tinggi.

"Arbitrase itu kalau trader membeli di pasar yang harganya lebih murah, dia menjual di tempat pasar yang lebih tinggi," jelasnya.

Sarjito, Deputi Komisioner Perlindungan Konsumen OJK. Foto: Dok. OJK

Sarjito mencontohkan, aktivitas perdagangan lintas bursa, seperti ketika harga suatu produk di Shanghai Futures Exchange lebih murah dibandingkan pasar lainnya.

Menurutnya, aktivitas arbitrase tersebut tidak sekadar menunjukkan adanya perbedaan harga, tetapi juga menggambarkan pelaku pasar bersedia menggunakan suatu bursa karena menilai pasar tersebut memiliki kredibilitas.

Lebih lanjut, Sarjito menekankan sebelum mengejar aktivitas price arbitrage, hal yang harus dibangun adalah trusted market. Sehingga pasar mineral dan komoditas strategis RI harus memiliki kedalaman serta likuiditas yang memadai.