Saudi Siapkan Jalur Alternatif Ekspor Minyak, Target 10 Juta Barel per Hari

Arab Saudi berencana menyiapkan jalur alternatif untuk ekspor minyak mentah dengan target kapasitas penyaluran mencapai 10 juta barel per hari.
Dikutip dari Bloomberg pada Selasa, (13/10), Arab Saudi menargetkan peningkatan kapasitas pipa minyak sebesar 40 persen guna menghindari perlintasan Selat Hormuz.
Langkah strategis ini diambil demi mengantisipasi potensi gangguan keamanan terhadap infrastruktur energi nasionalnya.
Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, menjelaskan pemerintah menargetkan kenaikan kapasitas pipa ekspor yang mengalihkan rute dari Teluk Persia menjadi 10 juta barel per hari dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
“Inti dari respons terhadap krisis adalah berfokus pada ketahanan dan menciptakan berbagai opsi. Kita tidak bisa berpangku tangan, melainkan harus siap bermanuver ketika kondisi darurat terjadi,” ujar Pangeran Abdulaziz.
Sebagai tahap awal, jalur tersebut memiliki kapasitas pemompaan hingga 7 juta barel per hari. Dalam kurun waktu tujuh hingga delapan pekan ke depan, perusahaan minyak Saudi Aramco berpotensi menambah kapasitas ekstra sebesar 1,2 juta barel per hari dengan mengonversi pipa gas alam yang ada untuk dialiri minyak mentah.
Selain itu, Arab Saudi tengah menjajaki kemitraan internasional untuk menambah koridor ekspor baru. Pangeran Abdulaziz mengungkapkan negaranya sedang melakukan pembahasan intensif dengan sejumlah negara tetangga, termasuk Kuwait.
Rencana jangka panjang tersebut meliputi peningkatan fasilitas stasiun pompa pada jaringan pipa East-West.
Jaringan pipa ini menghubungkan ladang minyak di bagian timur Arab Saudi langsung ke Laut Merah, sehingga pengiriman dapat dilakukan tanpa melalui Selat Hormuz.
Pangeran Abdulaziz menggarisbawahi bahwa efisiensi dan manfaat jaringan pipa East-West terbukti sangat vital selama krisis.
Jalur ini memungkinkan Arab Saudi mempertahankan hingga 70 persen dari volume ekspor normal saat lalu lintas di Selat Hormuz sempat terhenti.
Sementara itu, Direktur Utama Saudi Aramco Amin Nasser menegaskan pihaknya terus menggenjot opsi rute ekspor alternatif dan memperluas kapasitas penyimpanan minyak di luar negeri, termasuk mengoptimalkan pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pesisir Laut Merah.
Di sisi lain, Oman yang memiliki posisi strategis di luar Selat Hormuz turut menawarkan diri sebagai titik akhir jalur pipa minyak.
Perusahaan investasi energi milik negara Oman kini sedang mengembangkan fasilitas penyimpanan di Pelabuhan Duqm, Laut Arab, agar pemuatan minyak mentah ke kapal tanker dapat berjalan aman dari risiko konflik kawasan.
