Kumparan Logo

Sederet Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Bisnis Waralaba

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Gerai Alfamart Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Gerai Alfamart Foto: Shutterstock

Industri atau bisnis waralaba di Indonesia sudah semakin dikenal. Masyarakat sudah mulai banyak terjun ke bisnis tersebut. Menjalankan bisnis waralaba atau franchise tak terlalu sulit. Kita seperti hanya tinggal meniru bisnis dari orang lain lalu menjalankan usaha yang sudah ada tersebut dan menunggu hasilnya.

“Kalau franchising seperti kita tahu bersama juga memang sistemnya lebih ke copy paste. Jadi satu pilot project harus sama persis,” kata Ketua Umum Asosiasi Lisensi Indonesia Susanty Widjaja dalam webinar yang diselenggarakan IFRA, Jumat (28/8).

Namun dalam praktiknya di lapangan, tentu kita tidak boleh sembarangan dalam memilih franchise. Susanty menjelaskan harus ada hal-hal atau syarat yang diperhatikan dalam melihat franchise, termasuk yang ada dalam peraturan di Kementerian Perdagangan.

Ia menjelaskan franchise harus memiliki ciri khas usaha atau setidaknya sudah berdiri selama 5 tahun. Pilot projek yang dijalankan juga harus jelas. Susanti menegaskan, franchise juga harus terbukti bisa memberikan keuntungan dan memiliki standar pelayanan barang dan jasa atau SOP secara tertulis.

“Kemudian diajarkan dan diaplikasikan copy pastenya mudah tentunya. Kemudian yang namanya waralaba atau franchise ada pelatihan awal, ada dukungan yang berkesinambungan. Jadi bukan berarti sudah beli terus ditinggal,” ujar Susanty.

Ilustrasi SPBU Pertamina yang bisa franchise. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Susanty menjelaskan yang tidak kalah penting adalah sudah adanya Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI). HaKi bisa meliputi hak paten, merk, sampai hak cipta rahasia dagang. Ia menjelaskan distributor juga suplier harus diperhatikan.

“Tentunya harus ada HaKI yang telah terdaftar dan harus ada Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW). Jadi kalau bicara franchise harus ada trade mark, ada HAKI yang terdaftar,” ungkap Susanty.

Susanty mengakui industri ini memang berkembang pesat termasuk di Indonesia. Ia merasa waralaba atau franchise ini juga berdampak positif terhadap perekonomian negara.

“Berkembangnya industri lisensi dan waralaba atau lisence dan franchise di Indonesia ini terbukti menjadi salah satu mesin pendorong ekonomi terutama dalam penciptaan wirausaha dan penciptaan lapangan kerja, sehingga industri lisensi dan waralaba ini penting bagi perekonomian di Indonesia,” tutur Susanty.