Kumparan Logo

Segera Jadi Badan, Bulog Pastikan Masyarakat Bisa Tetap Cepat Akses Pangan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja menata karung beras di gudang Perum Bulog Umbul Tengah, Kota Serang, Banten, Kamis (7/11/2024). Foto: Angga Budhiyanto/ ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menata karung beras di gudang Perum Bulog Umbul Tengah, Kota Serang, Banten, Kamis (7/11/2024). Foto: Angga Budhiyanto/ ANTARA FOTO

Perum Bulog tengah dipersiapkan untuk menjadi badan langsung di bawah presiden. Perubahan kelembagaan Bulog ini akan tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres).

Direktur Bisnis Bulog Febby Novita mengatakan, meskipun akan diubah menjadi badan di bawah presiden, namun menurut dia pemerintah pasti telah memikirkan bagaimana fungsi Bulog tetap terlaksana.

Sehingga, perubahan bentuk kelembagaan Bulog ini tidak akan membuat masyarakat kesulitan untuk mengakses pangan.

“Intinya kan pemerintah pasti memikirkan bagaimana fungsi Bulog itu dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga. Apapun bentuknya Bulog, yang pasti masyarakat bisa mendapatkan akses cepat pangan," kata Febby usai acara Gathering Rumah Pangan Kita (RPK) di Kantor Pusat Bulog, Selasa (12/11).

Febby menjelaskan, saat ini belum ada pembicaraan lebih lanjut dari pemerintah mengenai perubahan kelembagaan Bulog, termasuk bagaimana nantinya bisnis-bisnis yang dikelola Bulog.

Hanya saja, niat pemerintah menjadikan Bulog sebagai badan langsung di bawah presiden bertujuan agar Bulog menjadi instansi yang kuat.

“Belum ada pembicaraan ke sana. Sekarang kan memang yang pasti, niat pemerintah kan ingin membuat bulog itu besar ya, dan besar itu kan dari bermacam-macam cara,” imbuh Febby.

Mengutip laman resminya, Bulog memiliki dua anak perusahaan, yaitu PT Jasa Prima Logistics dan PT Gendhis Multi Manis. Selain itu, dia menyebut meski akan segera diubah menjadi badan, saat ini internal Bulog masih berjalan sebagaimana biasanya.

“Kita tetap berjalan seperti biasa ya, tidak ada target-target, yang penting fokus kita, teman-teman tetap bekerja, tetap jualan, tetap ini biar nanti ada yang memikirkan lah itu,” ujarnya.

Febby juga memastikan jaringan distribusi Bulog melalui RPK akan tetap berjalan nantinya. RPK akan tetap menjadi perpanjangan tangan pemerintah menyediakan pangan terjangkau untuk masyarakat

“Jaringan (RPK) itu pasti ada. Sekarang kan kita yang penting, customer itu bisa mendapatkan akses pangan, tentunya kita tidak perlu produksi dari kita ya, bisa juga dari yang lain. Ketersediaan barangnya itu kan bisa kita juga ambil dari yang lain,” tutup Febby.

instagram embed

Sebelumnya, kabar Bulog akan diubah jadi badan langsung di bawah presiden pertama kali diutarakan oleh Dirut Bulog Wahyu Suparyono.

Dia bercerita transformasi Bulog ini menjadi salah satu tugas yang diberikan Prabowo kepadanya saat pertama ditunjuk jadi pemimpin Bulog pada awal September 2024 lalu.

“Ini kita Bulog nanti jadi ke lembaga pemerintah lainnya, nggak dong (di bawah Kementerian BUMN). Kurang lebih seperti itu (Badan Gizi) di bawah presiden dong,” kata Wahyu saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI, di Gedung DPR RI Senayan, Selasa (5/11).