Kumparan Logo

Sejumlah Mal Sepi, Kunjungan Jokowi ke Kokas Jadi Kode Keras Buat Pengusaha

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo berkunjung ke Mal Living World, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (4/1/2023).  Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo berkunjung ke Mal Living World, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (4/1/2023). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Sejumlah mal di Jakarta terpantau sepi pengunjung. Padahal pemerintah sudah mencabut PPKM akhir tahun lalu agar aktivitas masyarakat dan roda ekonomi bergerak lagi.

Kunjungan Presiden Jokowi ke dua mal belum lama ini pun jadi perhatian pengusaha. Salah satu mal yang dikunjungi Jokowi adalah Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan.

Ketua Umum Asosiasi Penguasa Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey mengatakan, kunjungan Jokowi ke mal yang tergolong ramai adalah untuk menunjukkan bahwa ekonomi usai pencabutan PPKM sudah mulai bergerak.

Selain itu, ia juga menilai kunjungan Jokowi ke pusat perbelanjaan yang tergolong banyak diminati juga untuk memberi kesadaran kepada pengelola untuk mengubah konsep mal.

“Kenapa kepala negara datangnya ke Kokas? Dia beli baju, selfie, dan sebagainya. Karena beliau mau menunjukkan ekonomi bergerak. Nah sementara Pak Jokowi juga mau menunjukkan “hai para mal yang sekarang mulai sepi, ubah dong konsepnya” Gitu,” ujar Roy saat dihubungi kumparan, Senin (30/1).

Ia mengungkapkan banyak pemilik toko di mal masih menerapkan cara dagang dengan konsep lama. Hal inilah yang membuat banyaknya pusat perbelanjaan legendaris di jakarta ditinggal pengunjung. Selain itu, ketersediaan barang dagang yang tidak up to date juga jadi alasan sepinya mal di Jakarta.

embed from external kumparan

“Para pedagang yang kecil yang saat ini mungkin masih kebiasaan atau dengan cara dagang yang lama kemudian juga barang-barang yang tidak up to date ya ubah dong. Itu opini saya. Jadi dengan kata lain, kenapa tidak blusukan ke mal sepi, apa yang mau dilihat? Apa yang mau didorong?” kata Roy.

“Kalau dalam strategi pemasaran itu kan yang lemah mengikuti yang kuat mencontoh yang kuat. Kalau kita kasih contoh yang lemah ya orang pesimis dong jadinya,” tambahnya.

Menurutnya, konsep pedagang dan konsep mal merupakan hal yang penting untuk mendorong tingkat kunjungan. Ia pun meminta agar para pedagang untuk mengikuti zaman dan mendukung permintaan konsumen agar tak tertinggal.

Ketua APRINDO, Roy Mandey Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

“Jadi pedagang itu harus ada observasi, jangan ngetem di toko aja. Nah itulah perubahan itu,” pungkas Roy.