Sektor Logistik Hanya Tumbuh 1,27 Persen di Tengah Pandemi Corona

12 Mei 2020 15:37
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sejumlah kontainer terparkir di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kontainer terparkir di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Di tengah pandemi virus corona, sektor logistik hanya mampu tumbuh 1,27 persen sepanjang kuartal I tahun 2020. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, logistik tumbuh 5,45 persen.
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, sektor logistik berkontribusi terhadap PDB triwulan I tahun 2020 sebesar 5,17 persen, turun dibandingkan triwulan I tahun 2019 yang kontribusinya 5,53 persen.
Ketua Umum Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, mengatakan pertumbuhan sektor logistik pada pada triwulan I didorong industri pengolahan yang tumbuh 2,06 persen (yoy).
Selanjutnya, akomodasi makan dan minum sebesar 1,95 persen (yoy), serta perdagangan sebesar 1,60 persen (yoy). Sedangkan, pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya tumbuh 0,02 persen.
"Terjadi penurunan pertumbuhan pada sektor-sektor tersebut, baik industri pengolahan sebesar -1,79 persen, akomodasi makan dan minum sebesar -3,92 persen, perdagangan sebesar -3,61 persen serta pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar -1,80 persen," ujar Setijadi melalui keterangan resmi kepada kumparan, Selasa (12/5).
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data BPS, sub-sektor transportasi yang mengalami tingkat pertumbuhan tertinggi (yoy) pada triwulan I tahun 2020 ini adalah angkutan laut (5,93 persen), angkutan darat (5,15 persen) dan angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (1,16 persen).
"Pertumbuhan negatif terjadi pada angkutan rel (-6,96 persen) dan angkutan udara (-13,31 persen)," imbuh dia.
Sementara itu, menurut pihaknya sub sektor pergudangan dan jasa penunjang angkutan, serta pos dan kurir juga mengalami pertumbuhan negatif sebesar -0,73 persen (yoy).
Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, semua sub-sektor transportasi tersebut pada triwulan I tahun 2020 mengalami pertumbuhan negatif, dengan penurunan tertinggi pada angkutan udara (-23,11 persen) diikuti angkutan rel (-14,22 persen), angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (-4,16 persen), angkutan laut (-4,07 persen) dan angkutan darat (-0,67 persen).
ADVERTISEMENT
"Subsektor pergudangan dan jasa penunjang angkutan, serta pos dan kurir mengalami pertumbuhan negatif cukup besar, yaitu sebesar -10,89 persen," terang dia.
Setijadi menjelaskan penurunan volume sektor logistik tersebut sangat dipengaruhi dampak pandemi corona yang berimbas terhadap penurunan permintaan barang dan komoditas, maupun aktivitas industri.
Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Konsumsi rumah tangga yang berkontribusi terbesar dalam PDB mengalami penurunan pertumbuhan dari 5,02 persen pada triwulan I tahun 2019 menjadi 2,84 persen pada triwulan I tahun 2020.
Penurunan volume sektor logistik juga dipengaruhi pertumbuhan negatif ekspor dan impor Indonesia. Pertumbuhan ekspor sebesa -6,37 persen dan impor sebesar -11,89 persen.
"Penurunan ekspor dan impor terjadi karena industri Indonesia menjadi bagian dari global supply chain yang terdampak COVID-19. Penurunan impor yang besar itu di samping karena penurunan permintaan dalam negeri juga menunjukkan ketergantungan industri Indonesia terhadap pasokan barang modal dan bahan baku dari luar negeri," tandasnya.
ADVERTISEMENT
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.