Selain Brasil, ID Food Juga Impor Daging Sapi dari Australia untuk Stok Puasa

2 Maret 2023 13:20
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Daging beku di lemari es. Foto: Shahjehan/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Daging beku di lemari es. Foto: Shahjehan/Shutterstock
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/BUMN Holding Pangan ID Food sedang mempersiapkan pasokan menjelang bulan Puasa dan Lebaran. Sebanyak 100.000 ribu ton daging sapi dari Brasil siap diimpor oleh ID Food.
Direktur Utama Holding Pangan ID Food Frans Marganda Tambunan memperkirakan impor daging sapi dari Brasil sebanyak 100.000 ton akan tiba setelah Lebaran dengan mempertimbangkan jarak dan waktu ketersediaan. Oleh karena itu, ID Food menyiapkan stok daging yang berasal dari negara lain seperti Australia.
“Kita sudah punya stok penopang sebelum Brasil tiba, asalnya dari stok daging Brasil penugasan kemarin dan kita siapkan stok daging Australia. Kita punya stok daging Brasil 2.500 ton dan tambahan dari Australia 500-1.000 ton,” ujar Frans saat ditemui di Gedung Waskita Rajawali Tower, Kamis (2/3).
Direktur Utama Holding Pangan ID Food Frans Marganda Tambunan di Gedung Waskita Rajawali Tower, Kamis (2/3/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Holding Pangan ID Food Frans Marganda Tambunan di Gedung Waskita Rajawali Tower, Kamis (2/3/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Frans mengaku pengiriman daging sapi impor tersebut terlambat dikirim, sehingga pihaknya mencari mitra pemasok daging yang stoknya siap sebelum lebaran.
“Kita sudah siapkan beberapa stok daging yang berasal dari negara lain seperti Australia dan sebagian carry over, penugasan tahun lalu kita carry over tahun ini,” katanya.
Adapun Kementerian BUMN mengusulkan total pinjaman senilai Rp 16 triliun untuk membiayai cadangan pangan pemerintah (CPP). Untuk tahap awal, kemungkinan besar ID Food telah memperoleh senilai Rp 3 triliun dari perbankan dengan skema penjaminan pemerintah murah.
“Mudah-mudahan bulan ini bisa direalisasikan, segera kita menggunakan support dana untuk pembelian cadangan pangan seperti daging, gula, minyak goreng sampai ikan,” tuturnya.