Selain BUMN, Jokowi Ingin Swasta & INA Gabung di Merah Putih Fund

15 Desember 2021 11:04 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Jokowi menghadiri Summit for Democracy secara virtual di Istana kepresidenan Bogor, Kamis (9/12/2021). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi menghadiri Summit for Democracy secara virtual di Istana kepresidenan Bogor, Kamis (9/12/2021). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi ingin Merah Putih Fund diisi bukan hanya oleh BUMN, melainkan juga dari pihak swasta hingga Lembaga Pembiayaan Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).
ADVERTISEMENT
Merah Putih Fund ini adalah pendanaan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi unicorn di Indonesia. Merah Putih Fund rencananya akan diluncurkan pada 17 Desember 2021.
"Swasta juga harus ikut bergabung di dalam Merah Putih Fund ini, kemudian INA Indonesia Investment Authority juga masuk ke sini, sehingga semakin akan tersiapkan sebuah dana yang besar yang ingin kita pakai untuk mempercepat proses-proses yang tadi saya sampaikan," ujar Jokowi dalam Peresmian Gerakan Akselerasi Generasi Digital, Rabu (15/12).
Presiden melanjutkan, ia mengapresiasi langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang telah menyiapkan Merah Putih Fund untuk memberikan modal ke sunnycorn agar bisa melompat ke lebih yang lebih tinggi. Menurutnya, jika seluruh pihak turut bergerak, pembangunan ekosistem digital Indonesia akan bisa tercapai.
ADVERTISEMENT
"Saya sangat menghargai apa yang telah digagas oleh Menteri BUMN Pak Erick Thohir dalam menyiapkan sebuah pendanaan Merah Putih Fund, yang ini nanti akan memberikan suntikan kepada sunnyicorn agar bisa melompat ke level yang lebih tinggi," ucap Jokowi.
Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir ingin perusahaan-perusahaan startup menjadi 'superhero' baru yang bisa menjawab tantangan pasar digital. Dia yakin Gerakan Akselerasi Generasi Digital bisa mendongkrak perekonomian.
"Teknologi tidak bisa terelakkan, dunia baru akan kita hadapi, tantangan baru kita harus hadapi. Karena itu, kita perlu superhero baru. Mudah-mudahan superhero ini yang kita akan mendorong menjadi kekuatan Indonesia, menjaga ekosistem Indonesia," kata Erick Thohir.
Lebih lanjut, Erick Thohir menjelaskan seluruh dunia saat ini sedang mengalami tekanan. Dia pun menegaskan Gerakan Akselerasi Generasi Digital ini sebagai langkah pemerintah agar Indonesia memiliki road map sendiri terkait pasar digital.
ADVERTISEMENT
"Sebagai dunia Indonesia, bukan dunia orang lain. Kita harus memastikan, ekosistem ini yang menang. Karena kalau tidak, ekosistem kita akan dimakan oleh orang lain," tutur Erick.
Menteri BUMN Erick Thohir dalam peluncuran Program Mentorship BUMN Muda, Rabu (25/8). Foto: Dok. Istimewa
"Karena itu, kita menyadari, pemerintah menyadari, BUMN menyadari, kita yang merupakan sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia sekarang mendorong bagaimana superhero-superhero baru yang ada di depan kita ini, yang bisa melawan tantangan baru," sambung dia.
Sebelumnya, Menteri Erick Thohir menuturkan Merah Putih Fund akan diluncurkan oleh Presiden Jokowi pada 17 Desember mendatang. Erick juga membeberkan tiga persyaratan bagi startup yang bisa didanai Merah Putih Fund.
Salah satu persyaratannya adalah founder startup tersebut harus WNI. Tak hanya itu, operasional perusahaan juga harus ada di Indonesia.
"Tetapi jangan dibohongi, founder-nya harus orang Indonesia, operasional perusahaannya di Indonesia, dan harus go public di Indonesia. Habis itu go public di luar negeri boleh, tapi go public di Indonesia duluan," jelas Erick dalam Orasi Ilmiah di Universitas Brawijaya, Sabtu (27/11).
ADVERTISEMENT
Dia melanjutkan, persyaratan tersebut diterapkan karena saat ini startup di Indonesia banyak yang berpindah tangan ke negara lain, seperti Singapura. Sehingga, BUMN harus melakukan intervensi untuk menjaganya.
"Karena kalau tidak, sekarang banyak perusahaan-perusahaan startup kita sudah pindah ke Singapura, di-funding, ya enggak salah. Di situlah kita mengintervensi sebagai BUMN, supaya mengingatkan future creator indonesia, future businessman Indonesia, untuk lebih nasionalis. Karena kita besar karena market kita, bukan sekadar uang. Kita akan lakukan intervensi di digitalisasi," tuturnya.