Selain China, Bangladesh hingga India Dibidik Mendag Buat Pasar Ekspor RI

13 Maret 2023 17:33 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kanan) dan Duta Besar RI untuk India, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi (kiri) di KBRI New Delhi, India. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kanan) dan Duta Besar RI untuk India, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi (kiri) di KBRI New Delhi, India. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mendorong ekspor Indonesia ke pasar nontradisonal, seperti India, Pakistan, dan Bangladesh. Menurutnya, tiga negara ini memiliki potensi besar bagi pasar ekspor Indonesia, yang saat ini dikuasai oleh China, Thailand, dan Vietnam.
ADVERTISEMENT
"Kita bisa kembangkan pasar-pasar baru yang nontradisional di Asia Selatan, itu India, Pakistan, dan Bangladesh," ujar Zulhas saat mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi, India, Senin (13/3)
Dia melanjutkan, total jumlah penduduk di ketiga negara tersebut sekitar 2 miliar orang. Ini bisa menjadi nilai tambah bagi ekspor.
"Contoh kalau dari ekspor alpukat saja satu orang 1 per tahun, sudah 2 miliar alpukat," jelasnya.
Selama tahun lalu, surplus neraca perdagangan Indonesia dengan India mencapai USD 14 miliar, dengan Pakistan USD 3 miliar dan Bangladesh hampir USD 2 miliar.
"Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan perdagangan kita yang sekarang dikuasai oleh Tiongkok, Thailand, dan Vietnam, itu kita kembangkan," tambahnya.
Duta Besar RI untuk India, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, saat ini pemerintah Indonesia terus melakukan eksplorasi untuk meningkatkan investasi di India. Selain sektor perdagangan, sektor pangan dan minuman, hingga manufaktur dinilai memiliki potensi besar di India.
ADVERTISEMENT
"Kita juga punya kesempatan untuk eksplorasi investasi seperti manufaktur, mereka (India), mereka enggak punya teknologi kertas berkualitas tinggi yang membutuhkan craft atau keterampilan seni atau keindahan, sepertinya India masih perlu," tambahnya.