kumparan
18 April 2018 8:13

Selain Jual Senjata, Pindad Incar Penjualan 150 Unit Excavator di 2018

Bantargebang
Excavator long arm di Bantargebang (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
Selain bergerak dalam produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista), PT Pindad (Persero) juga tengah fokus menggarap lini bisnis peralatan industrial khususnya excavator.
ADVERTISEMENT
Direktur Keuangan PT Pindad Wildan Arief mengatakan, tahun lalu perseroan berhasil menjual 100 unit excavator. Tahun ini, menurut Wildan, angka tersebut ditargetkan naik 50%.
“Tahun ini target 150 unit. Enggak terlalu signifikan tapi ada kenaikan,” ungkap Wildan kepada kumparan (kumparan.com), Rabu (18/3).
Menurutnya, 150 unit tersebut merupakan pesanan dari dalam negeri. Pemesan berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perhubungan.
Resmikan Pembuatan KA Bandara di Solo
Alat berat di area pembangunan KA bandara di Solo. (Foto: Dok. Biro Pers Sekretaris Presiden)
Meski tidak menjelaskan secara rinci harga jual excavator, namun Wildan menyebutkan, lini bisnis ini merupakan salah satu penopang pendapatan perseroan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose juga mengungkapkan, setiap tahun perseroan menargetkan harus melakukan ekspansi. Hal ini bertujuan tingkatkan pertumbuhan market dan revenue.
ADVERTISEMENT
“Pasar industri ini menempati 30% dari revenue, tahun ini semoga bisa naik,” ujar Abraham.
Menurutnya, saat ini BUMN pembuat senjata api itu tengah mengembangkan excavator berukuran 5 ton dan 10 ton. “Kita akan kembangkan excavator 5 ton, 10 ton, dan yang dipakainya untuk membersihkan lumpur di sungai,” tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan