Selain Malaysia, Mentan Lirik Potensi Ekspor Beras ke Negara ASEAN Lain
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto melirik potensi ekspor beras ke negara tetangga. Sebelumnya Malaysia telah dibidik jadi negara pertama yang akan mengimpor beras Indonesia.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) mendapatkan arahan dari Prabowo untuk membantu negara tetangga yang tengah membutuhkan beras.
Ini diutarakan Amran saat ditanya mengenai rencana perluasan ekspor beras ke negara di ASEAN selain Malaysia.
“Arahan Bapak Presiden, kalau negara sahabat, negara tetangga apalagi butuh, kita siapkan,” kata Amran kepada awak media dalam gelaran tasyakuran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 4 juta ton di kediamannya di Jakarta Selatan, Jumat (30/5).
Meski demikian, Amran memastikan ekspor beras ke negara mana pun akan tetap mementingkan pemenuhan kebutuhan dalam negeri terlebih dulu.
Sehingga, pengamanan CBP untuk dipergunakan konsumsi masyarakat nasional menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.
“Tetapi kita harus [prioritaskan] dalam negeri juga. Berarti prioritas dalam negeri dulu? Pasti. Dalam negeri dulu,” imbuh Amran.
Sementara dengan Malaysia, ekspor beras sudah pasti akan dilakukan sebab telah ada perjanjian kerja sama yang ditanda tangani, yaitu kontrak secara business to business.
Dia juga memastikan ekspor 2.000 ton ke Malaysia per bulan atau 24.000 ton per tahun tidak akan mengganggu CBP. Meskipun dia belum bisa memastikan kapan ekspor ini akan dimulai.
Nantinya, beras yang akan diekspor akan bersumber dari daerah-daerah lumbung padi yang berada di sekitar Malaysia.
“(CBP) enggak masalah. Kita kirim rencana terdekat adalah Sumatra Utama, Kalimantan Barat,” jelasnya.
