Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.86.0
ADVERTISEMENT
Perusahaan e-commerce asal China JD.com mencatatkan kenaikan permintaan untuk produk barang mewah per awal Juni 2020 atau selama masa pandemi COVID-19 . Tak tanggung-tanggung, naiknya pun sampai 400 persen atau 4 kali lipat secara global.
ADVERTISEMENT
"Penjualan produk mewah di JD meningkat 400 persen pada 1 Juni 2020," ujar President of International JD Fashion, Kevin Jiang dalam diskusi JD.com secara online, Jumat (12/6).
Ia menjelaskan, konsumen yang banyak belanja bawang mewah di JD.com memiliki tren anak muda yang lahir di atas tahun 1995. Berbagai brand yang laku keras tersebut ialah pakaian, sepatu hingga permata.
"Pakaian i (naik) 236 persen, sepatu 202 persen dan permata 196 persen," kata dia.
Kevin mengklaim, banyak pelanggan yang belanja barang mewah di JD.Com di antaranya, JD.com memang memiliki segmen pelanggan premium yang memiliki taraf pendidikan dan penghasilan tinggi.
Selain itu, ia bilang, JD.Com juga memiliki jaminan tepercaya atas keaslian produknya hingga pelayanan yang memuaskan hingga banyak penawaran menarik bagi pelanggan.
ADVERTISEMENT
"(Kami juga menerapkan) kolaborasi yang fleksibel, kerja sama yang luas dengan marketplace, retail hingga strategi omnichannel. Lalu, kapasitas data melalui analisis big data," terang dia.
Berbagai produk yang juga mengalami kenaikan signifikan pada sekitaran bulan Mei 2020 ini di JD.Com berupa makanan segar, peralatan rumah tangga, perlengkapan berkebun, hingga memasak yang juga meningkat sampai 100 persen lebih.
JD.com merupakan e-commerce raksasa asal China. Dalam tiga tahun terakhir, JD.com menjadi kompetitor Alibaba milik Jack Ma. E-commerce ini, banyak dikenal sebagai penyedia layanan retail-as-a-service.
Di Indonesia, JD.Com melalui JD.id telah meraih status startup unicorn dengan valuasi yang mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,1 triliun. Ini membuat JD.id menjadi penghuni baru daftar startup unicorn Indonesia, yang sebelumnya ada Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan Ovo.
ADVERTISEMENT