Bisnis
·
14 Januari 2021 18:08

Selama Pandemi, Bisnis Gojek Drop hingga 50 Persen

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Selama Pandemi, Bisnis Gojek Drop hingga 50 Persen (220241)
Logo baru perusahaan Gojek terpampang di atribut helm dan jaket mitra pengemudi Go-Ride. Foto: Dok. Gojek
Raksasa penyedia layanan on-demand, Gojek, mengaku pandemi COVID-19 sangat memukul bisnis perusahaan. CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan, penurunan ini sejalan dengan imbauan pemerintah agar masyarakat mengurangi perjalanan.
ADVERTISEMENT
Kevin mengaku pihaknya mendukung program pemerintah tersebut demi memutus rantai penularan corona. Namun di sisi lain, Kevin mengatakan aturan tersebut membuat bisnis Gojek turun secara signifikan.
“Masyarakat diimbau mengurangi perjalanan. Itu imbauan yang sangat tepat tapi bisnis kami sangat kental dengan unsur perjalanan. Penurunannya cukup besar bisa dibilang di atas 50 persen itu di awal-awal,” ujar Kevin pada Webinar CEO Forum Kompas, Kamis (14/1).
Selama Pandemi, Bisnis Gojek Drop hingga 50 Persen (220242)
Kevin Aluwi, Co Founder GOJEK Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Menurut Kevin, Gojek mengalami penurunan bisnis yang paling signifikan pada minggu hingga bulan pertama setelah pemerintah mengumumkan kasus perdana COVID-19. Penurunan berlanjut hingga 3 sampai 6 bulan berikutnya.
“Bisa dibilang 3-6 bulan pertama bener-bener terpukul sekali. Ini menyebabkan aktivitas dan pendapatan mitra berkurang makanya kita harus adaptasi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Meski demikian Kevin mengaku saat ini bisnis Gojek mulai pulih. Perusahaannya masuk dalam masa recovery meski belum pulih sepenuhnya seperti masa sebelum pandemi.
“Sekarang recovery masih sekitar di angka 70 persen dari sebelum pandemi. Sudah ada sedikit recovery di kuartal akhir tahun lalu,” tutupnya.