Kumparan Logo

Selat Hormuz Dibuka, 40 Tanker Raksasa Angkut 80 Juta Barel Minyak Siap Melintas

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: Aerial Viewer/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: Aerial Viewer/Shutterstock

Selat Hormuz kembali dibuka, kini jutaan barel minyak yang berada di Teluk Persia siap melintasi titik penting tersebut. Saat ini, terdapat kapal-kapal tanker raksasa yang diperkirakan mengangkut hampir 80 juta barel minyak.

Dikutip dari Bloomberg pada Jumat (19/6), berdasarkan data dari Vortexa saat ini terdapat 40 kapal tanker raksasa yang membawa minyak mentah non-sanksi dari negara-negara produsen di Teluk Persia. Kapal tersebut akan melintasi Selat Hormuz ketika para pemilik kapal sudah memberi lampu hijau.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 tanker dilaporkan akan menuju Asia dengan lima di antaranya menuju China. Sementara itu, lima kapal lainnya menuju pusat transshipment di lepas pantai Malaysia dan Singapura.

Hingga Jumat (19/6) pagi, sedikitnya tiga kapal terlihat bergerak ke arah timur menuju Selat Hormuz dengan kecepatan normal.

Dengan begitu, volume minyak yang menuju Asia menjadi kabar baik bagi para pembeli di kawasan yang sangat bergantung pada pasokan minyak Timur Tengah. Sebelumnya, selama perang berlangsung, kilang-kilang di Asia terpaksa mengurangi produksi bahkan sejumlah negara harus menggunakan cadangan minyak mereka untuk mengatasi kekurangan pasokan.

Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: DIA TV/Shutterstock

Meski demikian, kelompok perdagangan maritim BIMCO memperingatkan bahwa risiko keselamatan dan keamanan pelayaran masih tinggi di Selat Hormuz meskipun AS dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk mengizinkan transit.

Walaupun masih terdapat ketidakpastian, optimisme atas kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz disebut memberikan kepercayaan yang cukup kepada pemilik kapal dan penyewa untuk kembali mengirim kapal melalui Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.

Adapun data pelacakan kapal menunjukkan bahwa kapal-kapal yang membawa hampir 10 juta barel minyak telah keluar dari selat tersebut atau sedang melintasinya. Saat ini jumlah pasti kapal dan muatannya masih dapat berubah. Beberapa kapal juga dilaporkan mematikan transponder mereka demi alasan keamanan.

instagram embed